Sharen menghapus bulir bening yang membasahi pipinya. "Kamu takut aku pergi ya?" Sharen terdiam dan masih sesenggukan. Exel yang mengetahui itu langsung mengangkat tangan kanannya yang masih menancap selang infus untuk menghapus air matanya. "Aku nggak akan pergi, apalagi ninggalin kamu, itu janjiku,"ucap Exel. Sharen menatap kesungguhan dari hati Exel yang selalu tulus padanya. *** Sharen tengah mengupas apel untuk Exel. Sementara Exel yang menatap dari ranjang tampak kebingungan dengan sikap Sharen yang berubah lembut padanya. Exel manatap curiga, mencoba mencari tahu alasan dibalik" perubahan Exel. "Apa kamu suka jeruk?" tawar Sharen disela sela mengupas apel. Exel terdiam memandangnya dengan sedikit penasaran akan perubahan sikap Sharen. "Exel... Mau apel??" tanyanya

