Kedua mata bulat Hani masih tetap terjaga hingga adzan subuh berkumandang. Bagaimana tidak, di sisi kanannya tubuh lelaki yang dulu amat sangat dibencinya kini sedang berbaring dengan guling yang menjadi pembatas mereka. Hani menggeser tubuhnya pelan lalu mengubah posisi memandangi lelaki yang sudah 24 jam menjadi suaminya. Garis tegas wajah Rudi dengan kulit sawo matang yang terlihat begitu eksotis, belum lagi alis tebal lelaki itu yang menukik dengan tatapan mata yang sangat tajam. Pandangan Hani beralih pada bibir Rudi dengan sedikit ditumbuhi bulu janggut, ada rasa iri ketika mengingat kembali bahwa lelaki itu masih mengatakan sayang kepada mantan kekasihnya. Kadang Hani begitu ingin mendengar Rudi mengatakan kata ajaib itu, namun rasanya mustahil jika perasaan suaminya bukan untuk Han

