14. Kesabaranku

1603 Kata

Bogem mentah diterima telak Adhitama membuat tubuh bongsor itu ambruk membentur lantai warung. Belum sempat dia bangkit, Rudi meludahinya tepat mengenai baju biru lelaki itu. Lalu dia menatap Hani tajam dengan mata memerah dan d**a yang naik turun karena amarah yang meledak-ledak. Tidak habis pikir bahwa istrinya makan berduaan di warung, di mana banyak orang yang mengenal Hani. Sekarang semua orang di warung ini memandangnya penuh selidik, beberapa ada yang berbisik bahwa pernikahan yang baru berjalan dua hari itu tak kan bertahan lama, sedangkan yang lain menyalahkan Adhitama yang berani mengajak istri orang. "Sekali lagi aku lihat kamu sama Hani," tunjuk Rudi menatap Adhitama yang merintih kesakitan. "Nggak segan-segan, aku tembak kepalamu, Tam!" Adhitama membisu, iris mata berkilat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN