Arumi dan Elang telah sampai di Lombok. Keduanya langsung menuju ke Villa milik keluarga Surendra untuk beristirahat. Elang tidak memberikan izin pada sang istri saat meminta bermain air. “Rumi nggak papa, Mas. Kenapa nggak boleh main air?” “Sayang kamu ‘kan habis muntah-muntah di pesawat dan mobil. Sebaiknya bobok siang dulu.” “Tapi ‘kan sudah sehat lagi. Rumi juga sudah makan banyak dan minum vitamin.” “Sudah, main airnya nanti sore saja,” Elang membaringkan tubuh sang istri ke ranjang. “Bobok dulu, nanti sore aku bakal ajakin jalan-jalan.” Dengan wajah cemberut Arumi masuk dalam pelukan suaminya. Sepanjang perjalanan menuju ke Lombok dia sudah membayangkan ingin bermain air. Impiannya itu pupus ketika suami tercintanya tidak memberikan izin. Kini dia berakhir di ranjang dalam pelu

