Alex mandi dengan perasaan kesal, dia tak menyangka karena dia mabuk jadi menyentuh Alana, Alex memperkosa Alana.
Alex teringat gadis itu menangis memohon agar Alex melepaskannya tapi Alex malah merenggut keperawanannya. Walau dia hanya menikah sementara dengan Alana tapi dia tak ingin menyentuh gadis itu, dia ingin Alana menikah dengan pria lain, Alana masih seorang gadis suci bukan seperti sekarang.
Dan bila nanti alana hamil malah akan menjadi sulit dirinya dan Alana bercerai. Alex memejamkan matanya dengan tangan mengepal Alex memukul dinding untuk pelampiasan amarahnya.
Alex keluar kamar mandi melihat Alana duduk di ranjang dengan wajahnya yang pucat. Alex merasa bersalah dengan Alana. Dia merenggut keperawanan Alana.
“Maafkan aku,” ujar Alex.
“Aku ingin bercerai.”
“Kita tidak bisa bercerai."
“Tapi aku ingin bercerai."
“Jangan keras kepala. Jika bercerai denganmu mudah pasti akan ku lakukan dari dulu tapi bagaimana dengan mommyku, mommy ku akan sangat terluka kalau aku bercerai denganmu dan juga kalau kamu dan aku bercerai apa kamu mau kembali kerumah orang tua mu yang tak menyayangimu dan apa kata Sabrina nanti saat dia tau kamu malah bercerai denganku."
“Aku tak peduli yang penting aku ingin bercerai denganmu."
“Apa yang harus aku lakukan agar kita tidak bercerai?”
"Apa kamu ingin aku memberikanmu uang sebagai ganti keperawananmu,” ujar Alex dengan emosi.
Alana melihat Alex lalu bangkit dari ranjang menghampiri pria yang sekarang berada dihdapannya. Tanpa diduga oleh Alex, Alana melayangkan tangannya menampar pipi Alex dengan kencang.
“Kamu memang benar benar jahat! Kamu ingin membayarku setelah memperkosa aku!Kamu pikir aku jalang yang bisa kamu bayar setelah kamu gunakan,” ujar Alana dengan emosi dan mata berkaca-kaca. Alana memutuskan untuk keluar hotel.
Alex terdiam, dia sudah salah berbicara, maksudnya dia ingin menahan Alana agar tidak bercerai dengannya malah dia berbicara merendahkan Alana.
**********
Alana berjalan sendiri di sekitran hotel bintang 5 di Thailand. Setelah 1 jam dia menikmati taman dan pemandangan di hotel, dia memutuskan untuk kembali di ke kamar. Alana melihat ada sebuah kertas di atas ponselnya. Tadi dia keluar dari kamar hotel tanpa membawa ponsel. D
“Aku ada meeting sebentar. Jangan kemana mana, istirahatlah dan jangan lupa makan... Alex.”
Alana berfikir, inilah kesempatan dia untuk segera kembali ke Jakarta. Dia tak ingin berlama lama di Thailand.
Setelah 1 jam penerbangan pesawat Alana, dia memutuskan kerumah kakek dan neneknya. Bima dan Sita adalah kakek dan nenek Alana dari pihak Adrian.
Setelah 4 jam perjalanan Jakarta-Bogor, Sampailah Alana di depan rumah kakek dan neneknya. Alana memencet bel rumah kakek dan neneknya, tak lama asisten rumah tangga datang dan membuka pintu.
"Eeh non Alana, mari masuk, non," ujar bibi Sri asisten rumah tangga kakek dan nenek Alana.
"Bi ada nenek?" Tanya Alana.
"Ibu dan bapak sedang pergi ke Manado," jawab bi Sri.
“Bi, bisa telepon nenek dan kakek?” tanya Alana.
“Bisa non tunggu sebentar."
Tak lama kemudian...
"Non, ini ada telepon dari bapak dan ibu," panggil bi Sri.
Alana berbicara pada neneknya.
"Assalamualaikum, nek," kata Alana.
"Waalaikumusallam Alana, ada apa sayang kerumah nenek" tanya Sita nenek Alana.
"Nek, aku ingin menginap dirimu untuk beberapa hari yaa,"
"Ooh silahkan sayang.. rumah nenek dan kakek rumahmu juga, kamu kan cucu kesayangan kami tapi maaf sayang nenek dan kakek sedang keluar kota baru kembali 5hari lagi."
"Terima kasih nek, ga apa apa kok nek, kan ada bi Sri."
"Ada apa cucuku sayang? kenapa kau suaramu terdengar begitu berbeda. Ada apa Lana ceritakan pada nenek."
Alana pun menceritakan kalau sedang bertengkar dengan Alex karena salah paham dan meminta ijin menginap 2 hari dirumah mereka untuk menenangkan diri.
"Lana, kalau bertengkar dengan suamimu jangan suka pergi dari rumah itu tidak baik nak. Jangan berlama lama dirumah nenek dan kakek karena itu berdosa Lana. Selesaikan masalahmu dengan Alex jangan berlarut dengan amarah dan emosi. Kamu istri sah Alex sayang," ujar Sita menasehati Alana.
"Iya nek hari senin aku akan kembali kerumah ijinkan aku menginap dirumah nenek," jawab Alana.
Alana duduk berdiam diri di dalam kamarnya. Merenungi ucapan neneknya kalau dia tak boleh berlarut dengan emosi dan amarahnya.
*************
Semetara itu Alex masih berada di Thailand, dia bingung tidak menemukan Alana di kamar hotel. Dia mencari koper alana juga passport Alana ternyata sudah tak ada.
“Toriq cari tau dimana Alana?” Perintah Alex.
“baik Sir."
Alex yang mengetahui Alana sudah kembali ke Jakarta dengan secepatnya kembali ke Jakarta. Dia ingin meyelesaikan semua masalahnya dengan Alana. Dia tak ingin semua ini berlarut larut. Sesampainya Alex di apartement dia tak menemukan Alana, Alex menghubungi Sely tapi Sely juga tidak tau dimana Alana. Alex tidak menghubungi ibunya Leni karena hanya akan jadi masalah jika Leni tahu dia dan Alana bertengkar.
Alex memilih pergi ke club bersama teman temannya untuk melepas penat dan stress dengan masalahnya.
"Hai bro," sapa Ruben.
"Jangan ganggu dulu ben, gue lagi bad mood," ujar Alex.
"Napa lagi lo? Lagi berantem yak sama bini lo," tanya Steve.
Alex tak menjawab dan mengambil minuman berakohol diatas meja. Alex tak memperdulikan Ruben,Steve dan Doni bermesraan dengan wanita di sebelahnya, dia sedang tak b*******h dengan wanita mana pun.
Pikirannya masih dipenuhi dengan Alana. Tiba-tiba mata Alex kaget melihat seorang wanita sedang menari sexy sambil di pegang pegang oleh dua orang lelaki yang sedang menari bersamanya.
"Liat sapa Lex?" tanya Steve. Doni, Steve dan ruben lalu melihat arah mata Alex.
"Bukannya itu Sabrina kakak ipar lo Lex," kata Ruben.
"Wow bener bener seorang perempuan murahan," ujar Ruben melihat tak percaya Sabrina.
"Untung lo ga jadi married sama dia Lex kalo ga bakalan nyesel lo punya bini digrepe grepe orang banyak," kata Steve.
Alex merasa bersyukur tidak jadi menikah dengan Sabrina. Alex melampiskan semuanya dengan minuman tapi tidak dengan wanita. Alex sudah merasa Alana lebih dari segalanya dari wanita-wanita yang pernah ditidurinya.