Alana sudah berada di kampus dan bertemu dengan Sely.
"Woo, mrs. William telah kembali ke kampus," kata Sely menggoda Alana.
"Apa sih lo lebay deh haha," ujar Alana tertawa.
"Eeh Lan tau ga, gue ada gosip terbaru, loh."
"Gosip apaan Sel? Jadi kepo deh gue."
"Lan gue denger dari para fans nya Rey kalo Rey udah lama ga ke kampus."
"Serius lo Sel? Pantesan gue ga pernah liat Rey lagi."
"Katanya sih tapi masih katanya belum tau kebenarannya. Si Rey sakit tapi gue ga tau sakit apa."
"Masa sih Sel? Aduh gue jadi khawatir yak sama Rey."
"Iya Lan, kan Rey temen lo dari kecil. Liat donk kondisinya."
"Iya Sel.. Nanti gue bicara sama Alex. Gue juga merasa ga enak nih kalo Rey kenapa-kenapa. Rey dulu selalu ada buat gue," ujar Alana sedih memikirkan Rey.
"Sama gue ya kalo loe kerumah Rey. Gue juga pengen jenguk kalo Rey bener bener sakit," kata Sely.
Alana terdiam, hatinya resah memikirkan Rey, sahabatnya, teman terbaik dan orang yang pernah Alana sayang walau tak pernah terbalas cintanya. Cinta pertama Alana dulu tapi semua berubah saat Rey SMA. Walau Rey di sekolah cuek pada Alana tapi berbeda saat diluar sekolah. Rey memperhatikan Alana, sering mengantar Alana pulang waktu masih berkerja di toko roti tante Yuli.
Rey selalu ada menemani, menghibur Alana saat Alana sering di sakitin oleh Rika. Dihina dan direndahkan oleh Sabrina. Alana sering tertawa saat Rey menjuluki Sabrina siluman ular.
Sementara itu ada seorang wanita cantik melihat foto dua wanita dengan satu pria. Fotonya dengan Alex, disana ada Bella dan dirinya. Bella saudara kembarnya. Mereka berdua mencintai pria yang sama, Alex.
"Aku merindukanmu, Lex," ujar Belva.
********
"Loh, Vin, Belva kemana?" Tanya Tami ibu Belva.
"Ga tau tan, pergi tuh dengan kesal."
"Kenapa lagi Belva itu. Makin hari kok sifat dan kelakuannya susah dibilangin."
"Tan.. kayaknya kita harus menghubungin Alex deh."
"Alex? Alexander william pacar Bella dulu?" Tanya Tami.
"Iya tan. Belva terobsesi banget sama Alex dan ingin mendapatkan alex bagaimana pun caranya padahal Alex sudah punya istri loh tan."
"Iya tante sudah liat dulu kalau katanya Alex menikah dengan model."
"Nah kasian kan tan, istri Alex kalau sampai rumah tangganya hancur gara gara obsesi Belva. Dulu Bella sekarang masa Sabrina," ujar Kevin yang juga tidak tau kalau Alex tidak menikah dengan Sabrina.
"Tante harus bertindak ini sebelum Belva semakin parah kelakuannya."
"Iya tan. Aku mendukungmu."
Tami, merasa sangat sedih dengan kelakuan Belva yang sangat terobsesi dengan Alex. Dulu Belva tega menyakiti Bella demi mendapatkan Alex. Sampai sampai Belva berpura pura menjadi pengganti Bella saat Alex terpuruk dengan meninggalnya Bella.
"Aku harus melakukan sesuatu agar belva sadar dengan obsesinya yang salah," kata Tami dengan sedih pada dirinya sendiri.
*******
Jam 2 siang Alana sudah pulang dari kampus tapi dia tak langsung pulang rumah. Alex menyuruhnya untuk kerumah mertuanya menemani Leni.
Saat Alana tiba dirumah Leni, Leni menyambutnya dengan sangat senang.
Alana membantu Leni di dapur walau ada beberapa asisten rumah tangga disana tapi Leni memasak kalau anak dan menantunya datang kerumahnya.
"Lan makan kesukaan kamu apa biar mom masakin."
"Apa yaa mom?? Kayaknya ga ada dech..Lana ini pemakan segala mom, apa aja lana makan."
"Hahaha, kamu ini bisa aja lana kok segalanya dimakan, meja kursi mau ga?" Kata Leni tertawa.
"Iih mommy kok makan meja kursi sih," kata Alana tertawa juga.
Tak lama bel rumah Leni berbunyi, Leni ingin membuka pintu tapi dilarang Alana.
"Biar aku aja mom yang buka, mungkin Alex yang datang,."
"Ooh yaa udah mom mau lanjutin masak, kamu layani suamimu yaa."
Alana pun berjalan ke menuju pintu rumah.
"Selamat siang jeng Leninya ada?" Tanya wanita berumur setengah baya.
"Ooh mommy ada. Dengan ibu siapa yaa?" Tanya Alana sopan.
"Saya bu Tami."
"Ooh iya silahkan masuk.. saya panggilkan mommy dulu."
Baru selangkah Alana akan pergi ke dalam rumah tami lalu bertanya pada Alana.
"Kamu siapa yaa? Saya tak pernah melihat kamu?" Tanya Tami.
"Saya istrinya Alex tante."
"Kamu istri alex? Bukannya Alex menikah dengan model itu? Berapa umur kamu?" Tanya Tami kaget melihat Alana yang masih muda.
"Iya tante saya istri Alex dan umur saya 18 tahun tante," kata Alana yang sengaja tidak menjawab pertanyaan Tami tentang kenapa tidak menikah dengan model.
"Hihi pinter juga Alex dapat istri masih muda dan cantik begini," ujar Tami sambil terkekeh.
"Lana siapa yang datang nak? apa Alex?" Tanya Leni sambil berjalan menuju ruang tamu karena Alana dari tadi tidak kembali ke dapur.
"Jeng Tami? Apa kabar jeng," sapa Leni ramah sambil cepika cepiki dengan Tami.
"Sudah kenal menantuku kan?" Kata Leni.
"Alhamdulillah kabarku baik jeng.. ya ampun jeng menantumu cantik sekali dan masih sangat muda."
"Haha iya jeng, masih muda dan sangat cantik," puji Tami melihat Alana.
"Mom.. Lana permisi dulu mau membuatkan minum."
Alana pun berjalan menuju dapur untuk meminta tolong pada asisten rumah tangga membuatkan minum untuk tamu.
"Ada apa jeng? Tumben kesini? Udah lama banget loh ga kesini semenjak—" Leni tak meneruskan perkataanya.
"Iya jeng.. saya kan mau kesini ga enak. Apa lagi sekarang Alex sudah menikah. Tapi bukannya Alex menikah dengan model itu?" tanya Tami penasaran.
"Ooh itu, memang bukan menikah dengan model yang model itu kakaknya Alana. Jadilah media salah memberitakan yang dikira Sabrina menikah dengan Alex padahal Alana," kata Leni berbohong menutupi hal yang sebenarnya.
"Tapi beruntung yaa Alex istrinya sangat cantik, seandainya dulu Bella masih hidup pasti Bella yang menjadi istri Alex dan kita sudah mempunyai cucu.. pasti kehidupan mereka bahagia yaa jeng," kata Tami sedih.
"Eeh i–iya jeng," ujar Leni merasa tak enak mendengarkan perkataan Tami. Leni tak ingin membuat Alana salah paham dan sakit hati.
Alana datang membawa minuman untuk Tami dan Leni.
"Lana sini dulu sayang.. mommy mau memperkenalkan jeng Tami," kata Leni.
Alana pun menurut dan duduk disamping Leni.
"Jeng Tami ini ibu dari Bella.. Bella dulu pacar Alex saat akan menikah Bella meninggal karena kecelakaan."
"Ooh iya mom," kata Alana tersenyum.
"Iya saya mama nya Bella.. Bella dulu berpacaran dengan Alex dan jeng, ooh iya tante ingin menyampaikan sesuatu pada kalian... sebenarnya Belva kembaran Bella menyukai Alex."
"Maksudnya bagaimana tante" kata Alana bingung.
"Iya jeng maksudnya gimana? Belva yang kembaran bella suka sama Alex?" Kata Leni juga bingung.
"Begini belva terobsesi ingin memiliki Alex. Dulu belva sempat sekali mencelakai Bella sampai jatuh dari lantai 2 untung Bella tak kenapa kenapa. Sampai akhirnya papa Belva mengirim nya ke kanada.Tante tak ingin Belva merusak rumah tangga Alex dan Alana," ujar Tami.
"Aduuh jeng koq bisa jadi seperti ini." Leni khawatir lalu melihat Alana yang dari tadi duduk mendengarkan
"Iya jeng dan nak Alana makanya tanye kesini untuk memberitahukan kelakuan Belva.
Tak lama Alex pun pulang dan kaget melihat Tami mama Bella dirumah Leni.
"Alex," kata Tami.
"Tante Tami," ujar Alex.
Alex dan Tami saling menanyakan kabar.
"Tante sudah kenalkan dengan istriku Alana," kata Alex.
"Sudah Alex.. istrimu masih muda dan sangat cantik." Tami tersenyum melihat Alana. Alana pun tersenyum..
"Terima kasih tante.. aku memang beruntung bisa bersama Alana." Alex menatap Alana yang sedang duduk diam disamping Alex.
"Iya tante.. seandainya Bella dulu masih hidup dan tidak kecelakaan semuanya pasti berbeda," kata Alex diam ada rada sakit dihatinya mengingat Bella.
Alana benar benar sudah hampir menangis dan alana berpamitan sebentar ke kamar mandi, dia menangis,hatinya benar benar sakit.
"Kapan kamu dan Alana punya momongan? Coba dulu tidak kecelakaan kan kalian bisa menikah dan pasti tante punya cucu dari kamu dan bella loh Lex," kata Tami lagi
Alex terdiam saat perkataan Tami tentang Bella. Alex menjadi tak enak mendengar perkataan Tami, Alex memikirkan perasaan Alana.
"Kemana Alana?" ujar Alex dalam hati sambil dia beranjak mencari alana. Dan Alex melihat Alana kelua dari kamar mandi dengan mata merah.
"Sayang kamu menangis?" Ujar Alex pelan.
"A–aku..."
"Sstt diam lah sayang, aku mengerti perasaanmu. Maaf kan aku tadi terbawa suasana tentang Bella.. maafkan aku sayang." Alex memeluk Alana.
Leni yang sedari tadi resah mendengarkan Tami membicarakan tentang Bella terus tanpa dia perdulikan perasaan Alana. Entah apa maksud Tami dari tadi mengungkit hubungan masa lalu Alex dan Bella.
"Jeng sudahlah... Jangan mengungkit tentang masa lalu, tolong lah jeng hargai perasaan menantuku Alana, Alex sudah berhasil dulu move on dari masa lalu. kita doa kan yang terbaik untuk Bella supaya tenang disana. Dan semoga Alex dan Alana segera mendapatkan momongan." Leni berusaha menyudahi pembicaraan mereka tentang Bella.
"Terima kasih jeng atas doa nya untuk Bella. Semoga Alana tidak salah paham tentang maksudku ini. Aku hanya teringat tentang Bella dan Alex walau sudah bertahun tahun lamanya. Aku juga ikut senang jika alex juga bahagia. Alex anak yang baik jeng."
Tak lama Tami pun berpamitan.
Leni dan Alana bisa bernafas lega tak perlu lagi mendengarkan perkataan Tami ibu Bella mantan pacar Alex yang sudah meninggal. Untungnya dia mempunyai ibu mertua yang mengerti perasaannya.
"Alana.. jangan bersedih karena kamu mendengarkan perkataan jeng Tami. Bella hanya masa lalu Alex dan kamu masa depan Alex," kata Leni.
"Terima kasih mom..terima kasih mom." Alana memeluk Leni.
Alex tersenyum melihat itu.. bahagia hatinya melihat mommy dan istrinya saling memahami dan mengerti.
*************
Pagi nya Alex dan Alana menuju ruang makan untuk sarapan dengan bergandengan tangan dan wajah yang cerah. Leni melihat itu dengan sumringah, anak dan menantunya keluar kamar dengan bergandengan tangan. Leni berfikir sudah 6 bulan pernikahan mereka dan sebentar lagi akan menimang cucu.
"Pagi sayang sayangnya mommy," kata Leni
"Pagi mom sayang," balas Alex dan Alana bersamaan.
"Pagi ini ada rencana kemana?" Tanya Leni
"Aku seperti biasa mom. Kerja dan Lana paling juga kuliah," kata Alex.
"Ooh iya bagaimana kuliah mu lana?" Tanya Leni.
"Lancar mom, ooh iya Lex nanti setelah pulang kuliah aku sama Sely mau kerumah Rey."
"Ngapain kamu kerumah bocah itu," kata Alex tak suka.
"Katanya Sely, Rey sakit Lex.. please ijinkan aku bertemu Rey. Rey itu sahabatku, Lex."
"Baiklah tapi jangan lama-lama. Setelah itu langsung ke kantorku."
"Ok bos." Alana tertawa dengan Alex yang menurutnya benar benar sudah menjadi suami yang protektif
"Iih Alex jadi suami kok cemburuan gitu sih," ejek Leni tertawa melihat wajah cemberut Alex
"Hati hati yaa Lana, Alex dengan Belva. Mom tak ingin Belva melukai Alana."
"Iya mom.. Alex akan selalu menjaga Alana." Alex melihat Alana dengan khawatir.
Alex tiba dikantor dengan perasaan tak menentu. Alex pun jadi teringat akan gadis kembar itu.
"Kenapa kamu muncul lagi Belva... apa tidak cukup kamu menyakiti Bella. Jangan Alana dia wanita berbeda dan aku mencintainya."