kejujuran Adrian

1882 Kata
Sementara di rumah Rika dan Sabrina..   "Sabrina kamu kenapa?" Kata Rika melihat Sabrina yang seharian dirumah dengan wajah yang kesal "Mama aku ingin mendapatkan Alex lagi ma," kata Sabrina. “Tapi, dulu kamu sudah menolaknya. Cari saja laki-laki lain tak usah mengharapkan, Alex," “Mama please ma… please ma." "Baiklah, mama akan membantumu." "Ma aku punya ide agar mereka bercerai," kata Sabrina dengan senyum liciknya. "Apapun itu mama akan membantumu untuk mendapatkan Alex menjadi milikmu."   Sabrina tersenyum licik. Dia akan membuat Alana dan Alex bercerai.   ***************   Satu minggu kemudian...   Hubungan Alana dan Alex sudah makin membaik mereka lebih terbuka dan saling bercanda satu dengan yang lain. Alex dan Alana sudah tidur satu kamar tidak berpisah kamar seperti dulu. Hubungan mereka seperti malam malam sebelumnya tenang dan santai.   Alex mencoba mengenal alana lebih baik lagi demi janjinya pada kakek dan nenek alana.   Malam ini Alex dan Alana bercanda di ranjang mereka. Sambil bermain monopoli diatas ranjang.   "Aleeex kamu curang," teriak Alana. "Namanya dunia bisnis itu harus bisa mengatur strategi," ujar Alex.   Alana menjadi kesal dan memukulkan bantal ke arah Alex. Alex membalas serangan Alana dengan bantal juga. Mereka perang bantal.   Alex memeluk Alana, mendekatkan wajahnya pada wajah Alana.   "Lana aku ingin lagi," bisik Alex di telinga Alana. "Yaa ampun, Alex." "Please Lan.. aku sangat merindukan bibirmu, tubuhmu dan ini baby," ujar Alex sambil tangannya menyentuh bagian kewanitaan Alana. "I'am yours Alex," ujar Alana yang juga menginginkan sentuhan dan belaian Alex.   Alex langsung menyatukan bibirnya dan bibir Alana. Menciumi bibir Alana dengan mesra dan lembut. Alex menggendong tubuh Alana dan membawa nya ke sofa. Membuka baju Alana secara perlahan hingga menyisakan bra saja. Alex membuka kedua paha Alana kepala Alex menuju inti Alana. Alana merasa kaget dengan apa yang Alex lakukan.   "Alex, apa yang kamu lakukan," ujar Alana heran. "Diam lah baby dan nikmati ini. Aku akan membawamu melayang tinggi dan kenikmatan yang tidak akan kamu rasakan selain denganku," suara Alex serak dan mulai menyesapi inti Alana, Memainkan lidahnya di klirotis Alana. Alana menggeliat tubuhnya, menjambak rambut Alex, merasakan lidah Alex yang dengan mahirnya bermain dibawah sana.   "Aaaaah," desah Alana.   Alana benar benar sangat menikmati permainan Alex yang dengan nafsunya menyesapi inti Alana. "Aaaaah aku..aku.. aaaaah," desah Alana saat keluar pelepasan pertamanya. "Kamu sangat nikmat baby" kata Alex dengan senyuman berhasil membuat wajah Alana merah.   Alex membawa nya kedinding.   "Aku akan memberikanmu sensasi s*x dan kenikmatan yang berbeda lagi baby." Alex dan menghentakan satu kali memasukan juniornya di inti Alana.   Alex terus melakukannya lagi dan lagi yang membuat malam mereka menjadi malam yang panas dan penuh gairah.   *************   "Good morning Lana," kata Alex melihat Alana di dapur dan memeluknya dari belakang. "Kamu sedang buat apa baby." "Membuat roti. Kamu mau?" Tanya Alana. "Aku mau nya dirimu, tidak yang lain only you baby." "Alex jangan katakan kamu mau lagi, baru tadi subuh kamu memasukiku Lex. Aduuh Lex nafsumu sangat besar. aku capek Lex."  "Yes baby.. i want you, only you, just only you baby. kamu tak pernah membuatku bosan dan ingin terus menerus memasukimu. Kamu memang luar biasa baby..." Alex sambil meraba benda kenyal kesukaannya. "Aleex geli..." Alex membuka celananya dan memasuki inti Alana. "Alex!!" Pekik Alana merasa batang panjang dan besar itu menerobos masuk kewanitaannya. Mengecup lembut leher Alana dan mulai menggoyangkan pinggulnya. Bergerak maju mundur memasukin inti Alana dengan pelan. "Aaah Alex come on aaaah" desah Alana. "Mendesahlah baby.. panggil namaku baby..." bisik Alex. Alana hampir terjatuh tak kuat menopang tubuh Alex yang memasukinya dari belakang tapi Alex menahan tubuh Alana dan melanjutkan aksinya. "Aaaww Alex" teriak kecil Alana. "Lelah baby..." "Aaaakuuu tak kuat lex harus berdiriiiii aaaah... eenaaak banget Lex," desah Alana setelah mendapatkan kepuasannya. "Tunggu sebentar baby.. Kaamuu sangat nikmat baby aaaah," erang Alex juga setelah mendapatkan kepuasannya. "Terima kasih baby.. kau memang luar biasa." kecup Alex dibibir Alana.   Alana terkulai lemas dipinggir meja dapur. Alex menggendong Alana dengan ala bridal style membawanya ketempat tidur.   "Kamu lelah baby?" tanya Alex. "Iya lelah lah.. semalaman kamu memasuki ku 2 kali trus tadi baru aja.. aku lelah dan lapar belum sarapan Lex." "Baby aku ingin sekali lagi." "Aleeex come on... aku tak sanggup lagi" kata Alana memohon.   Ini lah yang Alex, dia khawatir dengan napsunya yang besar dan tak bisa dikendalikan. Baru dengan Alana lah dia selalu ingin melakukannya lagi dan lagi.   **************   Saat Alex akan memasukin lobi perusahaannya dia tak sengaja bertemu Rika. Dan Alex mengajak rika ke ruangannya.   "Alex, mama meminta untuk kamu dan Alana menginaplah kerumah. Mama merindukan Alana," kata Rika.   Alex memandang wajah ibu mertuanya dengan aneh, sangat aneh. Tiba tiba Rika merindukan Alana, pasti ada suatu rencana yang dilakukan Rika.   "Baiklah ma, aku tanya Alana dulu," ujar Alex. "Alex, kalau kamu tanya Alana pasti dia akan menolak. Hanya kau lah harapan mama agar Alana mau menginap, sudah lama kalian tak pernah berkunjung kerumah," ujar Rika dengan wajah memelas.   Sebenarnya tidak pernah Alex kerumah orang tua Alana, malah dikatakan tak pernah berkunjung. Alex makin yakin pasti ada suatu yang Rika rencanakan.   "Baiklah ma besok kami akan berkunjung," ujar Alex dengan berat tak enak untuk menolak. "jangan besok Alex. Tolong malam ini, mama tak sabar ingin bertemu Alana." "Baiklah ma nanti malam aku dan Alana akan menginap dirumah mama."   Rika pulang dengan perasaan senang dan menyampaikannya pada Sabrina yang menunggunya di mobilnya. Mereka tertawa bersama dengan liciknya.   *************   Alex pulang kerumah dan melihat Alana sedang di ruang tv. Seperti biasa dia menonton balap motor.   "Lan.." panggil Alex. "Yaa Lex," jawab Alana dengan mata masih fokus di depan tv. "Bagaimana keadaanmu, sudah lebih baik," "Yaa sudah tak lemas lagi seperti kemarin dan tadi pagi." "Ada apa?" Tanya Alana. "Mama mu tadi ke kantor dan menyuruh kita besok menginap dirumahnya dan katanya mamamu merindukanmu." “Tidak mungkin mama merindukanku dan aku tak mau ke rumah mereka." "Aku tau kamu pasti akan menolaknya tapi aku tak enak menolak permintaan mama mu, kamu hanya perlu mengikuti aku saja." "Aku ga mau titik ga pake koma." "Jangan seperti itu Lana, aku sudah terlanjur meng iya kan permintaan mama mu, jangan egois sayang." Alana melihat wajah Alex, dia mengerti tidak mungkin Alex dan dirinya tidak datang ke rumah orang tua nya, apa lagi Alex sudah berjanji untuk datang ke sana. Akhirnya Alana mau pergi ke rumah orang tuanya.   Alana dan Alex bersiap siap untuk menginap dirumah orang tua Alana. Alex melihat betapa malangnya nasib Alana mempunyai seorang ibu yang seperti itu walau bukan ibu kandung tapi Alana adalah keponakan dan anak tiri Rika. Sabrina juga bersaudara tiri dengan Alana. Mereka masih dalam lingkungan keluarga tapi saling memusuhi dan membenci.   Alex dan Alana sudah sampai dihalaman rumah orang tua Alana. Mereka masih didalam mobil terlihat Alana begitu enggan untuk menginjakkan kakinya dirumah itu.   Adrian, Rika, dan Sabrina sudah menyambut mereka di depan pintu dengan senyuman.   Alana terus menatap Alex dia memegang tangan Alex dengan erat. Alex yang merasakan tangannya dipegang alana dengan erat pun mengerti tentang kegelisahan dan ke khawatiran Alana.   "Tenanglah Lana ada aku disini yang akan melindungimu," bisik Alex pelan. Alana hanya menganggukan kepalanya.   "Maaf kami terlambat," ujar Alex dan Alana hanya diam enggan menyapa kedua orang tua dan Sabrina. "Tak apa Alex. Ayo masuk kedalam," ujar Adrian lalu melihat Alana. "Bagaimana kabarmu Alana?" Tanya Adrian yang sebenarnya sangat merindukan Alana. "Baik pa," kata Alana   Adrian memeluk Alana, hal yang tak pernah Adrian lakukan karena Rika selalu marah dan ujung ujungnya memukuli Alana diam diam saat Adrian tak ada. Mengurung Alana digudang yang gelap dan kotor.  Sakit rasanya hati Adrian melihat Alana selalu diperlakukan seperti itu tapi dia tak bisa berbuat apa apa. Tapi sekarang Adrian tidak peduli lagi, Alana sudah tak tinggal dirumah ini. Adrian bisa menunjukan bahwa dia sangat menyanyangi Alana putrinya bersama dengan Alya wanita yang telah meninggal dan sangat dia cintai.   "Papa menyanyangimu nak. Papa sangat senang kamu hidup bahagia," ujar Adrian pelan masih memeluk Alana.   Hati alana terasa sakit sekaligus bahagia, papanya Adrian mengatakan kalau menyayanginya dan memeluknya hal yang tidak pernah Adrian lakukan padanya selama ini.   "Terima kasih papa," kata Alana dengan mata berkaca kaca.   **************   Alana dan Alex duduk di ruang keluarga bersama Sabrina dan Adrian. Alex dan Adrian berbicara tentang bisnis. Alana sibuk dengan ponselnya memeriksa email yang dikirim kan Sely tentang tugas kuliahnya. Pusing sekali kepala Alana dengan banyak tugas yang harus dia kerjakan selama beberapa hari dia tidak kuliah. Dan Sabrina dia duduk diam dengan jengkel, semua tidak memperhatikan dirinya. Sabrina pun mengajak Alex berbicara..   "Lex Alex.. aku mau nanya kamu punya pacar ga sebelum dulu kita hampir menikah?" Tanya Sabrina. Alana mendongakan kepalanya dari ponselnya mendengar pertanyaan Sabrina dan penasaran dengan jawaban Alex. "Aku hanya pacaran sekali tapi setelah itu tidak pernah pacaran tapi langsung nikah dengan Alana," jawab Alex kesal mendengar pertanyaan Sabrina. Sabrina tidak percaya mendengarkan jawaban Alex, "Masa sih seorang casanova dan kaya seperti kamu tidak pernah pacaran,"  Alex melihat kesal ke arah Sabrina, "Terserah percaya atau tidak kan istriku Alana bukan kamu buat apa aku menjelaskan padamu," "Aku kan kakak Alana jadi wajar donk ingin tau tentang adikku." "Sejak kapan kau bersikap menjadi kakakku?" Balas Alana. "Sabrina sudah cukup. Apa kamu tak bisa menjaga perasaan adikmu Alana dan itu urusan rumah tangga Alex dan Alana kamu ga berhak ikut campur," ujar Adrian tegas dan jengah melihat tingkah laku Sabrina. "Ayo semua makan malam sudah siap. Kalian duluanlah," kata Rika dengan ramah dan mengajak mereka semua makan bersama.   Mereka makan malam bersama Sabrina banyak menceritakan tentang prestasinya di dunia modeling begitu juga dengan Rika dia juga ikut memuji Sabrina tanpa memperdulikan perasaan Alana bahkan mereka seperti tak menganggap Alana ada.   Setelah selesai makan Alana bergegas untuk masuk dalam kamarnya dia tak ingin mendengar perkataan mama dan Sabrina lagi. Tak lama Alex masuk kamar dan melihat Alana wajahnya murung.   “kamu kenapa?” tanya Alex. “Aku lelah dan ingin tidur.” “sini tidur dalam pelukanku." Alex merentangkan kedua tangannya. Alana tersenyum melihat perlakuan padanya dia pun ke ranjang dan tidur dalam pelukan Alex, pelukan ternyaman dia yang dia rasakan. Saat mereka akan terlelap tiba tiba terdengar suara pintu kamar di ketuk, Alana membuka pintunya untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya. “Eeh papa ada apa?” tanya Alana dengan heran. "Lana bisa papa bicara denganmu nak," kata Adrian.   Alana mengganggukan kepala dan berjalan mengikutin papa nya ke taman belakang rumah.   "Lana, maafkan papa yang selama ini hanya diam saja saat Rika dan Sabrina memperlakukanmu dengan tidak baik," ujar Adrian menyesal. "Iya pa ga apa-apa," jawab Alana. "Dulu papa pernah memarahi Rika karena telah memukulmu dan besoknya kamu malah dipukulin lebih parah dan dikurung di dalam gudang."   Alana teringat kejadian masa kecilnya yang dipukulin Rika dan dikurung Rika digudang   "Rika mengancam kalau papa lebih memperhatikan dirimu, dia akan berbuat lebih kasar dan menyiksamu," ujar Adrian dengan mata berkaca kaca. "Maafkan papa Alana.. kamu tau ibumu Alya wanita yang sabar, lemah lembut tapi sayangnya Alya meninggal saat melahirkanmu. Papa sangat mencintai ibumu Lana, papa bertahan dengan pernikahan ini karena amanat terakhir ibumu sebelum meninggal untuk jangan pernah bercerai dengan Rika. Tapi papa sudah tak tahan lagi saat tau Rika dan Sabrina ingin menghancurkan rumah tangga mu nak. Papa akan segera menceraikan Rika." "Papa...." Alana pelan dan menangis dipelukan Adrian. "Maafkan papa nak, maafkan papa.. papa sangat menyanyangimu Alana." "Apapun keputusan papa, lana hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk papa." "Yaa sudah kamu ke kamar temanin Alex. Kasihan sendirian dikamar."   Alana masuk ke kamar dengan wajah merah dan mata bengkak karena menangis.   "Kenapa kamu menangis Lana?" tanya Alex. "Lex ternyata papa menyanyangiku." Alana menangis dipelukan Alex "Tentu saja Lana.. setiap orang tua pasti menyanyangi anaknya." "Tidak semua orang tua Lex.. mungkin karena aku bukan anak kandung mama Rika jadilah bersikap seperti itu. Terima kasih sudah membelaku tadi Lex." "Aku tau kamu seperti apa Lana. Aku juga tau tentang kisah mama kandungmu dan mama tirimu tapi aku hanya ingin kamu bahagia denganku Lana. Aku tau kamu tidak seperti yang dibilang mamamu." "Alex..hiks..hiks..Alex," ujar Alana menangis. "Jangan menangis Alana, jangan kamu tunjukan kelemahanmu dihadapan Sabrina dan mamamu karena mereka akan semakin senang kalau kamu menderita, tunjukan bahwa kamu pasti bisa." "Terima kasih Alex.. terima kasih" tangis Alana. "Kita tidur dulu yaa.. pasti kamu capek dengan drama ini."   Alex memeluk Alana dan Alana tidur di d**a Alex dengan nyaman.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN