Bab 84. Putus Kepalanya

1777 Kata

Bagi Carol, ia tidak pernah menduga bahwa dimasa depan calon menantunya sendiri yang akan mempertemukan dirinya dan Sally dengan keluarga almarhum suami pertamanya. Mungkin inilah yang diucapkan pepatah serapat apapun menutupi kenyataan akhirnya akan terungkap juga dengan cara lain. Carol bahkan tidak mampu memperlihatkan kebencian pada Kartika meskipun kakak iparnya sudah mengakui niat buruk dari bantuan yang dulu diberikan darinya bukanlah karena ketulusan. Tidak, bagi Carol semua itu adalah jalan takdir hidupnya dengan Ruben. Disisi lain Carol juga merasa bersalah karena tidak bisa menasihati suaminya dulu untuk tidak membantah sang papa, ia juga merasa jadi biang penyebab keretakan keluarga Ruben hanya karena mencintainya. Kenyataannya justru bukanlah keluarga Ruben yang membuat mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN