Di kantor aku bersikap senormal mungkin memposisikan diri sebagai CEO tanpa membedakan Sally dengan staf lainnya. Mark benar, Sally adalah salah satu anak buah yang membantuku mengembangkan perusahaan yang baru kurintis ini. Seperti kata Mark, kinerja Sally memang harus kuakui. Caranya melobi partner dan bernegosiasi sangat cerdik bahkan dengan mudah proyek yang sudah dikembangkan disetujui oleh pemerintah. Sejak pertemuan itu, aku dan Sally masih belum bertegur sapa sekedar mengobrol rasanya masih canggung bagiku untuk melakukannya. Selama ini kami masih memakai bahasa formal layaknya staf dan anak buah disetiap kesempatan meeting. Tentang pertunanganku dengan Sally juga tidak ada yang tahu termasuk Mark. Mungkin dia akan marah besar kalau sampai tahu sudah dua kali aku menyimpan rahas

