"Tolong! Jangan, jangan!!" Suara igauan Sally perlahan berubah menjadi teriakan histeris yang mengganggu tidur Sean. Dalam keadaan masih mengantuk Sean membuka matanya menoleh. Sejak bertemu John di jalan raya dan kantor, sudah beberapa kali Sally bermimpi buruk. Sean mengusap lembut keringat di kening Sally dan tangan lainnya menepuk-nepuk kecil pipi calon istrinya itu. "Sayang, bangun, hei bangun. Sally, kamu mimpi buruk lagi." Ucapnya beberapa kali sampai sentakan tangan Sally menyadarkannya dari mimpi buruknya sendiri, perlahan membuka kelopak mata menatap Sean dengan perasaan lega kalau semuanya hanya mimpi. Air matanya mengalir lagi kemudian beranjak langsung memeluk Sean. Nafasnya saja masih memburu. Usapan lembut tangan Sean dipunggung Sally membuat gadis itu semakin terisak, me

