Engat

2050 Kata

koceng.. koceng.. Engat.. kulihat wajahnya mulai tak bergerak, mata besarnya mulai tertutup, tampak ia terluka parah, namun sudah tak bernyawa, ia hanya berucap kata yang tidak pernah ku tahu, serasa itu adalah sebuah teka-teki yang gila menurutku. Lalu aku berdiri dan berbalik, kata hatiku terus menghafalkan kata-kata dari mahluk yang mati mengenaskan, sungguh malang nasibnya. Aku mulai lagi berjalan mencari sebuah petunjuk mencari sebuah jawaban, belum tahu bagaimanakah diriku selanjutnya. Celana panjang sebatas mata kaki, baju tebal berlengan panjang membalut tubuh, rambut panjang sebatas bahu sedikit mengombak, kulit putih, kumis tipis dan jenggot tipis berada di sekitar mulut dan dagu, itulah Ciri-ciriku yang saat ini terjebak di dimensi lain, aku merogoh saku di celanaku, dan ku li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN