Sota mulai berjalan mengarah menuju anak tangga yang terbuat dari batu yang di pahat menyerupai tangga, Tangan putri merogoh saku, ia menyodorkan liontin yang terdapat batu rest di hadapan Rangga Sasana, tersenyum Rangga Sasana, Putri pun balas senyum, Rangga meraih medali, Segera mereka semua berjalan menurun menyusuri anak tangga, dengan sangat berhati-hati perlahan menuruni anak tangga hingga sampai ke dasar, berpijak mereka di atas Pasir teduh yang tidak cukup panas, Sota kembali berjalan mengarahkan mereka ke suatu tempat yang belum mereka ketahui, tebing-tebing bebatuan cadas sangat membingungkan, tebing-tebing itu menjulang tinggi, namun sangat banyak, tapi Sota enggan untuk berkata, atau bicara, terus berjalan dan mereka masih tetap mengikuti Sota yang terus berjalan. Dengan mel

