Perlahan puncak Satria berdiri tanpa melihat sosok lelaki tua yang telah mati dibunuh nya, dia menghadap di depan seorang b***k yang sedang menangis melihatnya, pasti b***k itu sangat bingung siapakah yang akan mengurusnya nanti, jika lelaki tua itu telah mati, namun puncak Satria sudah memikirkan, dalam benaknya, dia Akan kutitipkan kepada orang itu yang tak lain adalah pembuat senjata yang semalam bertemu dengannya. Perlahan pencak Satria berjalan mendekati b***k itu. b***k itu hanya terdiam dan menitikkan air mata, telah sampai ia di depan b***k, puncak Satria segera memeluknya, b***k itu pun memeluk dirinya sambil menangis, haru suasana di pagi itu cukup membuat puncak Satria menitikan air mata, dia merasakan kesedihannya, kesedihan dari orang-orang yang ditindas, bagaimana dia tidak?

