Wajah cantik terbias nyala kristal yang begitu banyak di ruang, mata besar bulat melihat dinding goa yang mengkristal terang. Tempat apakah ini ucapku kagum dengan yang ada. Perlahan aku berjongkok, tangan kanan meraup berlian di dalam air. Apakah Di kerajaanmu terdapat batu seperti ini ? Kataku sambil mendekatkan batu mengkilat di depan wajah. Itu batu yang tidak ada nilainya, memang sangat berharga dulu, namun tidak untuk sekarang. Ucap putri Sonor di belakang, tangan kanannya ikut menyentuh krista yang berada di dekatnya. Aku beranjak berdiri berbalik ke belakang, tak sengaja aku mengantongi batu yang masih ku genggam. Apakah, kita akan masuk sekarang ? Ucapku, dia menjawab. Ya baiklah, jawabnya. Ku melangkah mendekatinya, dan tangan kananku menggenggam tangan kirinya. Kami

