Meja makan dirumah Evan dikelilingi oleh Abella, Sean, Sena dan juga Evan. Begitu melihat seorang gadis keluar dari kamar Sean, Evan langsung meminta penjelasan kepada Sean. Dan akhirnya, ia tahu semuanya. Keluarganya telah berantakan. Anak-anaknya menjadi brutal semenjak ditinggal Raysa. Evan mengusap wajahnya, ia kembali teringat mendiang istrinya. Aku butuh kamu Raysa, andai kamu masih berada disini. Batin Evan. Tiba-tiba Sena berdiri, membuat semua yang mengelilingi meja makan menatap Sena dengan heran. "Sena mau ke kamar, ngantuk." Pamitnya. "Ayah belum mengizinkan kamu untuk kembali ke kamar." Ucap Evan. Ia tidak menatap Sena, pandangannya lurus kedepannya. Menghadap Abella yang menunduk resah. Sena mendesah malas, lalu kembali duduk. Ia menumpukkan dagunya pada tangan, melirik

