Evan bahkan masih fokus pada laptop dan laporan dihadapannya daripada memperhatikan mamanya yang mengoceh panjang lebar. Hari masih pagi, tetapi Elishia - mama Evan- sudah datang dan menemuinya di ruang pribadi Evan. Dan Evan sudah tahu maksud kedatangannya kemari. "Evan, kamu dengerin mama gak sih?!" Evan masih diam dan hanya bergeming. "Evan!" "Iya, apa?" Akhirnya Evan menanggapi, walaupun malas. Elishia membenahi letak kacamata yang bertengger di hidungnya, "Gimana keadaan istri kamu sekarang?" Evan mendengus, "Evan kira mama sudah enggak peduli sama keadaan Raysa." "Yah.., sebenernya sih enggak. Dia juga udah enggak bisa ngasih cucu ke mama. Ngasih cucu buat nerusin perusahaan yang sudah papa kamu bangun dari awal sampai sebesar ini." "Udahlah ma, jangan singgung itu lagi

