Pada tanah basah yang subur, dipenuhi akan rumput dan tanaman liar lain membuat pandangan Tristan seolah tidak mampu kosong. Dia melihat lagi baling-baling pesawat yang sedari tadi membuat Frada seperti sedang mengalami gangguan pernapasan. Ini kali kedua, dalam waktu kurang dari 48 jam Frada harus memberanikan diri, melawan rasa takut akan ketinggian demi sampai di Alaska dengan singkat. "Seperti biasa, kau bisa menutup mata dan membayangkan apa yang menjadi kesenanganmu, anggap aku sedang naik kapal." ucap Tristan membujuk. "Tapi … Aku tidak bisa memaksa diri untuk …," Belum sampai ucapan Frada menjelaskan sebuah inti, Tristan telah membawanya ke arah badan pesawat pribadi milik SKA. Meski begitu, tampak tenang Tristan pun tetap membayangkan jika saja ada hal tak diinginkan kembali te

