83. Hari Janji

2005 Kata

Semua mata mengarah pada langkah pelan dengan sangat anggun mengenakan pakaian serba putih, wajahnya begitu tenang menyambut dengan senyuman orang-orang yang tengah terpaku menatap Frada. Pandangan itu terus berpadu pada Tristan yang juga sedang menatap dalam, bahkan seperti enggan untuk mengedipkan mata. Rahang itu mengerat, berkali-kali Tristan melihat sekeliling. Orang-orang yang dulu pernah memberinya posisi tinggi, sebuah pekerjaan di mana dia tidak pernah merasa bahagia. Tetapi, kini Tristan telah kehilangan rasa itu saat menerima tangan lembut untuk berdiri sejajar dengannya di altar. Cantik. Tristan melupakan pemimpin upacara pernikahan, dia sempat tidak menyahut hingga membuat Frada dan orang-orang tersenyum. "Oh, maaf. Ya, Anda bisa mengulangi nya lagi!" Tristan segera mengatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN