2 Minggu Kemudian … Dalam jarak waktu yang telah berlalu, rasanya kembali pada kehidupan adalah sesuatu yang tidak ada bedanya. Padahal, dia menginginkan sesuatu yang lain terjadi agar tidak ada hal membosankan. Seperti saat Nathan harus berjalan di depan orang-orang yang kini berjejer menyambut kedatangannya, mereka semua tersenyum manis penuh pura-pura. Ya, dia tahu bagaimana bersikap sehingga paham seharusnya banyak orang yang membenci. "Selamat pagi, Tuan. Selamat bergabung kembali dengan kami." sebuah kalung dari bunga melingkar di leher Nathan, hasil pemberian sang meneger SKA. "Terima kasih." jawab Nathan singkat, lalu dia mendapat lagi karangan bunga berupa buket mawar indah dari para staff. Nathan tertegun, dia menatap satu persatu deretan orang-orang yang sudah setia kepadany

