85. E N D

2006 Kata

"Papi," Suara Frada membangunkan istirahat Tristan yang baru saja beberapa menit, seketika tangan itu digenggam lalu diberi tiupan supaya terasa lebih hangat. Keadaan di gunung jelas tidak seperti di kota, Tristan mendapati suhu tubuh Frada meningkat setelah sering bermimpi mengenai Nathan. "Hei," Tristan mengusap tiap butir keringat yang keluar dari pelipis Frada. "Ada apa? Seperti kemarin lagi, ya?" Frada semakin tenang ketika berada di pelukan Tristan. "Iya, aku … Bermimpi yang sama lagi, aku … Takut." "Kenapa harus takut, sayang? Itu hanya sebuah mimpi, dan bukan kenyataan!" ucap Tristan menganggap ini bukan apa-apa. Tetapi, semua tidak didasari atas menyelepekan. Tangan Frada masih gemetaran, dia melihat ponsel di mana kamera pengintai menunjukkan keadaan Fredi dan Trisia yang ti

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN