54. Luka Nathan

2120 Kata

Cukup lama Tristan berkutat pada wajah yang bersembunyi di balik kaca hitam mobil, dia tidak ingin menghalangi. Tetapi, tugas tetaplah menjadi suatu tanggung jawab. "Ayah Anda sakit." Mendengar itu, Frada seolah tidak percaya. "Tapi kemarin Papi baik-baik aja kok, kenapa dia? Mabuk lagi?" Tristan menggelengkan kepala. "Saya hanya memberitahu Anda demikian." Setelah berbicara, Tristan pun segera meninggalkan tempat Frada. Tetapi, justru Frada membuka penuh pintu mobil dan keluar. "Hei, tunggu!" Satu usaha Tristan berhasil, pelan dia pun menoleh. Mendapati gadis itu tepat di belakangnya sambil menengadah karena jarak tinggi mereka. "Mau bersama saya atau … Sendiri?" Sebenarnya Frada enggan dianggap manja oleh siapa pun, walau kenyataan kali ini dia masih trauma akan kedatangan Adhisti d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN