Drttt! Drttt! Drttt! Drttt! Drttt! Gala mengerang dalam tidurnya ketika mendengar suara berisik dari bunyi panggilan. Kaki mulus dan putihnya bergerak menerjang-nerjang kaki di sebelahnya. “Ponsel lo ribut banget... matiin cepat!” seru remaja laki-laki itu tanpa membuka matanya. Auriga yang berada di sebalah Gala mau tak mau membuka matanya sedikit, menggerakan tangannya mencari benda berbentuk persegi itu di atas meja, namun bukan miliknya yang berbunyi. “Bukan punya gue, punya lo kali!” Gala yang mendengar itu kembali mengerang, sumpah demi apapun ia sangat mengantuk. Mobilnya baru selesai dibenarkan ketika pukul setengah sebelas barulah mereka mengantarkan Queen ke rumahnya. Sesampainya di rumah Auriga dan Gala tepat pukul dua belas malam namun bukannya segera tidur, mereka malah

