11. Patah hati

1592 Kata

Matahari telah terbit dari beberapa jam yang lalu bahkan sekarang nampak begitu terang saat jam di dinding masih menunjukan pukul enam lewat tiga puluh menit. Jam yang sangat sibuk bagi anak-anak sekolah yang akan segera berangkat. Tak terkecuali pada seorang gadis yang berdiri di teras rumahnya dengan gelisah, melihat waktu di tangannya yang terus bergerak dan sesekali menatap ke arah sang Ayah yang sedang jongkok di depan motornya. “Queen cari angkot aja, deh, Yah.” Ia sudah pernah terlambat satu kali padahal belum satu bulan menjadi siswi, gadis itu tidak mau membuat Guru BK mengenalnya karena rekor terlambatnya. “Belum selesai juga, Yah? Kalo belum biar Queen cari angkot aja di depan,” tutur Sari yang ikut resah melihat sang anak yang nampak gelisah. Tano menampakan wajah sedikit m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN