“Emang seharusnya Gala enggak punya kembaran kayak gue kalo dia menderita.” Queen yang mendengarnya tak suka, kedua laki-laki itu layaknya satu, mereka sudah bersama dan berbagi sejak berada di dalam kandungan, walau saat ini mungkin mereka jauh tapi ia yakin di dalam hati keduanya saling menyayangi. “Lo enggak boleh ngomong kayak gitu.” Queen menatap Auriga yang kini terlihat sangat berbeda, pria itu terlihat begitu memukau dengan stelan jasnya. “Gala pasti sebenarnya sayang sama lo, kalian kan kemb—-“ Queen buru-buru menahan tubuh Auriga ketika pria itu terlihat hendak tumbang. Lelaki itu memejamkan matanya sambil sesekali meringgis. “Lo enggak papa?” tanya Queen khawatir. “Ayo kita UKS aja,” ajak Queen ketika Auriga sama sekali tidak menjawab. Sialnya karena banyak orang takut pad

