“Kau sudah mengembalikan mobilku secepat ini?” Nelvan menatap Allexin yang meletakan kunci mobil Nelvan di atas meja, Allexin lantas duduk di sofa dekat Nelvan dengan lelah. “Kau habis bertarung?” tanya Nelvan sembari memastikan Linda tidak ada di dekat mereka. Allexin menggeleng, Nelvan pun mengernyitkan kening. “Lantas apa yang membawamu kemari?” katanya lagi. Hembusan nafas panjang di hela oleh Allexin, Nelvan semakin tidak mengerti kenapa adik Linda yang biasanya selalu ceriwis kini terlihat banyak masalah. “Katakan pada Linda kalau aku akan pergi ke Washington.” “Kenapa tiba-tiba? Lalu kenapa kamu tidak bicara langsung dengan Linda?” Sekali lagi Allexin menghela nafas. “Aku tidak berani. Hal yang paling aku takutkan adalah melihat Linda sedih dan saat dia memarahiku. Aku tidak

