Mulai Bersaing

977 Kata
3 bulan berlalu dan seperti dugaanku Kak Olivia jadi lebih terkontrol. Hubungan Kak Olivia dan Bang Putra semakin membaik bahkan mereka sudah sering berjalan berdua kemana-mana. Namun disisi lain hubunganku dengan Bang Putra juga semakin dekat tapi semaking jarang juga aku dan Bang Putra pergi bersama ataupun menghabiskan waktu bersama. Sedangkan perasaanku kepada Bang Putra semakin menguat seiring berjalannya waktu. Kecemburuanku kepada Kak Olivia semakin bertambah dan aku merasa aku ingin menjadi seperti Kak Olivia. Dan mencari laki-laki yang seperti Bang Putra diluar sana. Malam itu sekitar bulan April 2012 Bang Putra menginap di rumah dan tidur berdua dengan Kak Olivia di ruang keluarga lantai bawah. Sekitar jam 11 malam aku menemui Bang Putra dibawah dan Kak Olivia sudah tertidur di sebelah Bang Putra. Sedangkan Bang Putra sendiri masih tiduran termenung dengan wajah kosong. Aku memanggil “Bang…”. Bang Putra menoleh ke arahku “Ohh kenapa Bell? Ada apa?”. Aku menjawab “Sini. Gua mau ngobrol sebentar Bang, boleh?”. Bang Putra menyingkirkan Kak Olivia yang sedang tidur sambil memeluknya perlahan dan dia bangun berjalan ke arahku. Aku dan Bang Putra naik ke lantai dua dan duduk di ruang keluarga lantai dua. Bang Putra bertanya “Ada apa Bell?”. Aku langsung mencium bibirnya Bang Putra dan kita berdua berciuman. Aku menjawab “Lu mulai jarang ada waktu buat Gua Bang. Sekarang apa-apa Kak Olivia terus”. Bang Putra menjawab “Hehehe iyaa gimana soalnya urusan Gua sama Olivia memang banyak”. Aku menjawab “Bibir Gua sampe kering karena jarang dicium sama lu lagi Bang. Apa lu juga ciuman sama Kak Olivia?”. Bang Putra menggelengkan kepalanya dan menjawab “Enggak Bell. Dia memang sering minta tapi gak pernah Gua turutin”. Aku menjawab “Ke…Kenapa? Apa karena lu menjaga perasaan Gua Bang?”. Bang Putra menjawab “Mungkin… Hehehe. Takutnya lu marah dan kecewa sama Gua”. Aku menjawab “Mungkin kalo Kak Olivia tau hubungan kita pun dia akan marah dan kecewa sama kita berdua Bang”. Bang Putra menjawab “Iyaa yang penting main aman aja sih Bell. Kalo lu memang kangen sama Gua yaa temuinnya pas malem aja selesai aktivitas Gua sama Olivia”. Aku menundukkan wajahku ke bawah dengan perasaan yang sakit “I..Iyaa Bang. Ini semua kan memang keinginan Gua untuk kalian berdua bersatu kembali. Tapi… Ahh iyaudahlah Bang hahaha. Yang penting kita berdua masih bisa bersama. Itu aja Gua udah seneng banget Bang. Makasih banyak yaa”. Bang Putra menjawab “Lu mau minta apa dari Gua Bell?”. Aku menjawab “Jaga perasaan Gua baik-baik Bang. Jangan macem-macemin Kak Olivia. Dengan lu gak macem-macemin Kak Olivia. Lu menjaga perasaan Gua dan menjaga kehormatan Kak Olivia”. Bang Putra mengelus kepala Gua dan menjawab “Oke.. Gua terima hahaha”. Aku langsung meluk Bang Putra dan menjawab “Makasih Bang… Sekali lagi makasih banyak udah nurutin Gua”. Keesokan sorenya Aku menemui Kak Olivia dan berkata “Kak? Aku pengen putih bening kaya Kak Olivia. Aku udah disaranin Kak Sasha dan Kak Gisel untuk pakai handbody tapi tetep aja kulitku belum ada perubahan”. Kak Olivia menjawab “Ciee kamu tumben banget pengen keliatan cantik Bell. Kamu jatuh cinta sama siapa hayoo? Hehehe”. Aku tertawa kecil dan menjawab “Hehehe iyaa ada Kak temen aku. Tapi ada cewe juga yang suka sama dia dan aku lagi saingan sama dia. Jadi aku gak mau kalah cantik dari dia Kak”. Kak Olivia menjawab “Iyaudah kalo gitu. Aku bantu kamu ya sayaang”. Aku menjawab “Okee Kak. Mohon bantuannya hehehe”. Kak Olivia menyarankan aku untuk menggunakan sayuran dan buah-buahan untuk mencerahkan kulit. Seperti parutan kentang, s**u cair, tomat rebus dan beberapa bahan lainnya. Kak Olivia berkata “Kentang dan s**u kamu gunakan bergantian dioleskan ke kulit. Jadi setelah kamu luluran pakai kentang. Setelah itu kamu luluran menggunakan s**u”. Aku menjawab “Terus tomat ini fungsinya untuk apa Kak?”. Kak Olivia menjawab “Tomat ini direbus sampai dia kebelah dua seperti ini. Tomat yang dalam kondisi seperti ini memiliki antioksidan yang sangat tinggi dan sangat berguna mencerahkan kulit wajah dalam satu minggu pemakaian”. Aku menjawab “Tau begini aku gak perlu beli handbody mahal-mahal yaa Kak. Kak kalo menurut Kakak rambutku bagusan pendek begini atau panjang seperti Kak Olivia? Apalagi rambut Kak Olivia kan coklat tua yaa? Aku ngeliatnya bagus banget”. Kak Olivia menjawab “Iyaa memang gak perlu bahan-bahan mahal Bell. Aku setiap hari cuma mengonsumsi sayuran seperti ini. Cuma memang setiap buah dan sayuran ada cara pengolahannya masing-masing jika diperuntukkan untuk kecantikan”. Kak Olivia menambahkan “Kalo masalah rambut suka-suka kamu aja Bell. Rambut pendek juga bisa tampil cantik kok. Tapi kalo kamu nanya lebih merekomendasikan yang mana. Aku lebih merekomendasikan kamu rambutnya panjang sepunggung bawah hampir sepantat kaya Aku. Karena bentuk wajah kamu pasti akan terlihat cantik kalo rambut kamu panjang”. Aku menjawab “Aku pengen rambutku panjang sih. Tapi ribet gak Kak ngurusinnya? Dan butuh waktu berapa lama supaya rambutku sepanjang Kak Olivia?”. Kak Olivia menjawab “Rambutku sepanjang sekarang butuh waktu satu tahun lebih. Kalo dari pendek sekamu yaa mungkin hampir 2 tahun untuk bisa panjang se aku. Tapi saran aku kamu gak perlu terlalu mikirin rambut dulu. Selama kulit kamu putih bening dan body kamu semok dan seksi. Maksudku bukan semok gemuk yaa. Kemungkinan besar cowo akan suka sendiri sama kamu”. Aku menjawab “Iyaudah Kak. Aku coba luluran kentang dulu yaa. Ini tomatnya tinggal dimakan aja yaa?”. Kak Olivia menjawab “Iyaa tinggal di makan aja. Dikasih gula atau garem juga boleh kalo kamu gak suka rasanya hehehe”. (Bersambung…)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN