Beberapa bulan kemudian Aku, Risa, dan sekeluarga pindah rumah ke daerah Kebayoran Lama. Ayah merasa malu karena tidak bisa menjaga amanah untuk mengelola keuangan. Meskipun Ibu sudah tidak bisa dipercaya Ayah untuk memegang uang. Namun Ibu sering kali mengambil uang di dompet Ayah atau di rekening atm Ayah. Dan setelah keluargaku pindah rumah keuangan keluarga Bulik Reni dipegang dan dikelola seluruhnya oleh Kak Olivia.
Namun beberapa hari setelah pindahan rumah. Ibu kembali menghilang selama beberapa hari dari rumah. Ayah yang sudah kehilangan kesabaran akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan Ibu. Ayah berkata “Nak seandainya Ibu pergi dari keluarga kita. Apakah kalian akan marah kepada Ayah?”. Aku menjawab “Bagaimana pun yang salah adalah Ibu Yah. Aku sendiri sering memposisikan diri rasanya jadi Ayah”.
Risa menjawab “Aku sangat menyayangi Ibu. Tapi Ibu juga yang membuat kita terusir dari rumah Kak Olivia. Aku lebih senang berada disana karena Kak Olivia sangat baik dan membuatku bahagia”. Aku menjawab “Selama Ibu pergi menghilang terus-menerus. Kak Olivia sudah seperti Ibu pengganti untuk kami berdua Ayah”. Ayah menjawab “Kalo begitu Ayah coba hubungi pacarnya Ibu. Supaya kita selesaikan semuanya baik-baik”.
Ayah akhirnya menelfon pacarnya Ibu berkali-kali namun tidak diangkat. Aku akhirnya menelfon Kak Olivia untuk meminta saran bagaimana caranya agar Ayah bisa menemui Ibu. Gak lama Kak Olivia mengangkat telfonku “Haloo Kak Olivia”. Kak Olivia menjawab “Iyaa Bella sayaang. Ada apa?”. Aku menjawab “Ibu sudah pergi dari rumah selama hampir seminggu. Aku ingin menemui Ibu bersama Ayah. Namun Ayah sudah menelfon Ibu dan pacarnya berkali-kali. Tapi tidak diangkat”.
Kak Olivia menjawab “Iyaudah sini main ke rumah yuk sayaang. Nanti Aku bantu yaa. Kamu siap-siap aja Aku jalan kesana jemput kamu”. Aku dan Risa akhirnya bersiap-siap untuk pergi ke rumah Kak Olivia. Setelah 2 jam akhirnya Kak Olivia tiba di rumahku. Aku dan Risa pamit kepada Ayah untuk main ke rumah Kak Olivia. Sesampainya disana Kak Olivia sudah menyiapkan makan siang dan kami bertiga ngobrol di meja makan.
Kak Olivia berkata “Pakde sama Bude jadi mau cerai Bell?”. Aku menjawab “Iyaa mau coba diobrolin dulu Kak. Ibu bisa dinasehatin apa enggak untuk ninggalin pacarnya itu”. Kak Olivia menjawab “Apapun yang terjadi nanti. Kamu harus kuat dan sabar ya sayaang. Kalo seandainya suasana di rumah membuat kalian gak nyaman. Kalian tinggal disini aja dulu selama beberapa minggu atau bulan”. Aku menjawab “Iyaa Kak. Menurut Kak Olivia bagaimana caranya supaya Ibu bisa kita temui bersama Ayah?”.
Kak Olivia menjawab “Harus kamu dan Risa yang nemuin Bude. Coba kamu telfon Bude pake handphone kamu. Aku yakin kemungkinan besar diangkat telfonnya. Karena meskipun Bude sifatnya seperti itu. Hatinya gak akan bisa cuek dengan anak-anaknya”. Aku menjawab “Tapi kalo cuma aku dan Risa yang berangkat nemuin Ibu. Ini gak akan menyelesaikan masalah Kak”. Kak Olivia menjawab “Pakde kamu tinggal ngikutin kalian aja diem-diem. Nanti ketika kalian udah ketemu sama Bude. Pakde tinggal temuin Bude aja biar mereka ngobrol berdua”.
Aku menjawab “Iyaa bisa juga ya Kak. Idenya Kak Olivia bagus juga”. Kak Olivia menjawab “Atau kalo seandainya Bude ngajak ketemuannya di hotel. Setelah kalian selesai ngobrol. Biarin aja dulu Bude masuk ke kamar hotelnya. Temuin receptionist dan tanya ada tamu atas nama Bude atau pacarnya Bude yang checkin disitu atau enggak. Kalo seandainya ada langsung telfon polisi dan tinggal grebek aja Bude dan pacarnya”.
Aku menjawab “Aku coba bicarakan kepada Ayah ya Kak. Makasih banyak Kak untuk sarannya”. Kak Olivia menjawab “Iyaa yang penting kamu jangan sedih yaa. Tetep harus semangat apapun yang terjadi sama kamu. Risa juga butuh semangat dari kamu”. Risa menjawab “Aku lebih seneng disini Kak. Aku lebih seneng tinggal bareng Kak Olivia”. Kak Olivia menjawab “Kamu boleh tinggal disini kok berapa lama pun yang kalian mau. Asal izin sama Ayah kalian yaa. Jika Ayah kalian memberikan izin. Kalian bisa langsung telfon Aku untuk minta jemput”.
Malam harinya sekitar jam 8 malam. Kak Olivia kedatangan tamu seorang laki-laki yang katanya dari temen sekolahnya. Kak Olivia minta aku dan Risa naik keatas karena ada hal penting yang ingin mereka bicarakan. Entah kenapa ada yang sangat aneh dengan Kak Olivia. Gak seperti biasanya, Kak Olivia selalu memperkenalkan temen-temennya yang main ke rumah ke Aku dan Risa. Tapi untuk cowo yang ini Kak Olivia terkesan menutupi cowo tersebut dari kami.
Kak Olivia juga menemui cowo tersebut dengan pakaian yang sangat seksi. Kak Olivia menemui cowo tersebut dengan lingerie short dress warna hitam. Yang bahkan lingerienya tidak menutupi celana dalam Kak Olivia sama sekali. Risa tiba-tiba bertanya “Itu siapa Kak? Bang Putra yaa? Mereka lagi pacaran?”. Aku menjawab “Bukan. Aku denger Kak Olivia manggil cowo itu dengan nama Rizky. Ngomong-ngomong kok Bang Putra seharian gak kesini ya? Kak Olivia juga gak ke rumah Bang Putra”. Risa menjawab “Iyaa apa Kak Olivia sama Bang Putra lagi marahan?”.
Aku menjawab “Iyaudah mungkin besok Bang Putra main kesini. Bang Putra lagi latihan basket mungkin”. Aku dan Risa akhirnya tidur di kamar lantai dua. Jam 12 malam aku terbangun karena haus mau minum. Aku melihat gelasku di kamar kosong dan akhirnya aku turun ke bawah untuk ke dapur ambil minum. Ketika aku sampai dapur. Aku mendengar suara Kak Olivia mendesah dan menjerit “Mmmhhhh Ahhhh…. Ahhhh…. Teruss…. Teruss…. Terusss sayaangg… Rizky sayaang Ahhhh…”.
Aku akhirnya berjalan perlahan ke sumber suara dan suara tersebut berasal dari ruang keluarga. Ruang keluarga ditutupi gordyn dan aku mengintip dari celah gordyn. Aku kaget banget ngeliat Kak Olivia HB sama cowo tersebut dengan posisi Kak Olivia diatas ngegoyangin pantatnya dan Rizky duduk sambil senderan ditembok. Aku gak melihat Kak Olivia seperti dipaksa ataupun diperkosa. Berbeda dengan kejadian waktu dengan Kak Naufal.
Mereka gak lama langsung ganti posisi. Kak Olivia tiduran dibawah dan Rizky ada diatas. Aku melihat Rizky melepas kondomnya dan masukin penisnya ke v****a Kak Olivia. Kak Olivia berkata “Jaa…Jangan dilepas sayaang capsnya. Katanya kamu mau keluar di dalem”. Rizky mulai ngegenjot Kak Olivia dan berkata “Habis kamu enak banget sihh. Apalagi kamu pake lingerie kaya gini. Kamu bener-bener cantik banget sumpah. Untung aku berhasil ngerebut kamu dari Syahrul hahaha”. (Bersambung…)