Kami bertiga memperhatikan Kak Gisel dengan Bang Putra berbincang berdua dari jauh. Meskipun gak kedengaran jelas mereka berdua ngobrolin apa. Namun setelah sekitar 10 menitan Kak Gisel bangun dan menjauhi Bang Putra dengan wajah yang murung. Kak Sasha dan Kak Ferlian langsung berjalan mendekati Bang Putra. Sementara berbeda dengan aku. Aku mendekati Kak Gisel dan bertanya “Kak? Kamu baik-baik saja?”. Kak Gisel mengusap matanya dan menjawab “Aku baik-baik aja Bell. Aku pulang dulu yaa”.
Aku menjawab “Tetep semangat Kak. Jangan sedih dan putus asa”. Kak Gisel gak menjawab pertanyaanku. Dia menaiki motor Honda Beatnya dan langsung tancap gas pulang ke rumah. Aku berjalan perlahan ke arah Bang Putra dan berpikir kenapa semua malah jadi seperti ini. Seminggu berlalu dan hari ini adalah hari pertandingan Semifinal tim Bang Putra. Malamnya sebelum Aku tidur Bang Putra memintaku untuk memastikan kehadiran Kak Olivia “Bell jangan lupa ya besok. Pastiin Olivia dateng”.
Aku menjawab “Siaap Bang. Demi kembalinya kalian berdua Gua akan berjuang sekeras mungkin. Trust me hahaha”. Bang Putra menjawab “Tapi lu gak apa-apa kan?”. Aku menjawab “Gak apa-apa gimana Bang? Iyaa gak apa-apa lah ini kan memang keinginan Gua untuk kebaikan lu sama Kak Olivia”. Bang Putra menjawab “Ohh hahaha okelah siaap. Lu emang perempuan yang baik”. Jujur entah kenapa hatiku terasa gundah. Aku mulai menyadari bahwa aku mulai mencintai Bang Putra.
Dan aku pun mulai merasa Bang Putra merasakan hal yang sama. Namun aku tetep merasa gak bisa egois. Bagaimana pun Bang Putra adalah milik Kak Olivia seorang dan dia juga yang bisa mengendalikan Kak Olivia. Keesokan harinya Aku dan Kak Olivia datang ke GOR tempat dimana pertandingan Bang Putra berlangsung. Aku dan Kak Olivia duduk di kursi VIP. Dan aku melihat sekitar Kak Gisel gak datang di hari pertandingan. Padahal dia sudah memiliki banyak rencana dan keinginan yang akan dia lakukan di pertandingan ini.
Gak lama Kak Sasha datang menghampiri Kak Olivia dan mereka berdua berbincang akrab. Aku sengaja tidak ingin masuk ke dalam perbincangan mereka. Jadi aku hanya diam sambil menunggu pertandingan berlangsung. Dan sekitar 30 menit kemudian pertandingan dimulai. Peforma bermain Bang Putra terlihat aneh dan cukup buruk. Matanya terlihat dia terus-menerus melihat ke arah bangku penonton. Kak Olivia bertanya “Kak Putra kenapa yaa? Dia kaya orang bingung begitu Bell?”.
Aku menjawab “Dia kayanya nyariin Kak Olivia. Dan dia mengira Kak Olivia berdiri di sisi kiri lapangan. Padahal kita duduk di bangku VIP sisi kanan”. Kak Olivia menjawab “Aku coba hubungi Sasha deh kalo begitu. Aku bilang ke Sasha untuk nyampein ke Putra aku ada di sebelah kanan”. Gak lama Kak Olivia mengirim SMS ke Kak Sasha dan setelah ronde ketiga selesai. Bang Putra dipanggil pelatih dan terlihat pelatih tertawa terbahak-bahak sambil mengelus kepala Bang Putra.
Bang Putra akhirnya ngeliat ke arah kami berdua dan Kak Olivia memberikan ciuman jarak jauhnya kepada Bang Putra. Bang Putra melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Kak Olivia. Dan Kak Olivia pun terlihat tertawa dan melambaikan tangan kecil kepada Bang Putra. Kak Olivia berkata “Kak Putra sekarang ganteng banget ya. Lebih ganteng dari foto yang kamu kasih ternyata”. Aku menjawab “Iyaa Kak. Dia juga tinggi banget sekarang. Mungkin ada 175cm mungkin”.
Pertandingan ronde keempat dimulai dan peforma permainan Bang Putra meningkat drastis. Bang Putra berhasil membawa timnya kepada kemenangan bersama Kak Ferlian dan teman-temannya. Banyak banget perempuan yang seumuran Kak Olivia menjerit histeris saking gemes dan senengnya ngeliat Bang Putra. Kak Olivia berkata “Sekarang Putra bener-bener punya banyak penggemar yaa. Mungkin dia akan semakin gak ingin bersama aku lagi. Ditambah yang menjadi supporter Putra cantik-cantik banget cewenya”.
Aku menjawab “Jangan begitu Kak. Kak Olivia harus percaya diri. Bang Putra memang hanya sayang dan cinta sama Kak Olivia”. Namun perkataanku sama sekali tidak mengembalikan semangat dan rasa percaya diri Kak Olivia. Memang sangat berat untuk Kak Olivia dikondisi seperti ini. Dia sudah kehilangan keperawanannya dan kecantikannya pun berkurang semenjak Kak Olivia HB sama Rizky dan Kak Naufal. Badannya yang semok dan kenceng pun mulai keliatan mengendor.
Sangat keliatan ketika Kak Olivia hanya menggunakan tanktop atau lingerie di rumah. Sedangkan banyak penggemar Bang Putra yang mungkin secantik Kak Olivia namun masih perawan dan sangat seksi. Karena ada beberapa penonton perempuan disini datang menggunakan celana pendek sepaha dan tanktop dibalut dengan jaket. Kak Olivia yang biasanya menggunakan pakaian yang sangat terbuka ataupun sangat ketat pun mulai menggunakan pakaian yang tertutup dan longgar karena dia sering bilang gak percaya diri dengan tubuhnya yang sekarang.
Kak Olivia yang terdiam murung tiba-tiba berkata “Bell udah yuk kita pulang. Udah selesai kan pertandingannya?”. Aku menjawab “Gak mau ketemu Bang Putra dulu?”. Kak Olivia menjawab “E..Enggak usah Bell. Dia pasti sibuk ngurusin fansnya yang udah ngantri mau nemuin dia. Udah kita langsung pulang aja”. Aku berjalan mengikuti Kak Olivia keluar gedung sambil mengirim sms ke Bang Putra “Kak Olivia langsung minta pulang. Buruan temuin Kak Olivia sebelum dia pulang ke rumah”.
Kak Olivia mulai mempercepat jalannya dan wajahnya terlihat sangat kesal, dicampur malu, dan bingung. Dia juga menitikkan air matanya dan langsung dia usap agar tidak terlihat menangis di tempat umum. Setelah kurang lebih 3 menit kami berjalan menuju pintu keluar gedung. Ketika mendekati pintu keluar tiba-tiba Bang Putra berlari memanggil dan menghampiri Kak Olivia “LIV! LIV! Jangan pulang dulu! Tunggu sebentar!”. Kak Olivia terus mempercepat jalannya namun Bang Putra tetep berhasil mengejar Kak Olivia. (Bersambung…