Tidak Ada Apa-apa

1527 Kata
Dengan cepat saat itu tentu saja Komi langsung masuk ke dalam rumah, meskipun Komi saat itu pulang di waktu yang sudah cukup malam tapi pintu rumah tidak di kunci karena Buyi yang saat itu tentu saja mengerti Komi yang masih berada di luar sehingga meskipun hari sudah cukup malam, Buyi tidak sampai mengunci pintu agar ketika Komi pulang Komi bisa langsung masuk tanpa harus Buyi yang membuka pintu agar Komi bisa masuk karena pintunya yang tertutup. " Komi, kau baru pulang?"tanya Buyi keluar dari kamarnya saat itu. " Bu, kenapa ibu belum tidur? ini sudah malam,"tanya Komi. " Iya ibu tahu ini sudah malam tapi melihat mu yang belum pulang tadi tentu saja ibu tidak bisa langsung beristirahat, karena ibu mengkhawatirkan mu Komi,"ujar Buyi. " Terima kasih bu tapi aku tidak apa-apa, sekarang aku baru pulang karena tadi hujan malah turun dan sampai sekarang malah belum berhenti tadinya aku berencana pulang sebelum malam, tapi apa daya hujan malah turun mendahului ku sebelum aku berangkat pulang jadinya Frins menyarankan agar aku pulang nanti saja menunggu hujan reda, karena tadi hari masih sore tentu saja aku menerima saran Frins dan kembali masuk ke rumah menunggu hujan reda untuk kemudian aku bisa pulang, tapi hujan malah belum reda juga sampai sekarang. Sebenarnya Frins menawarkan agar aku tidak langsung pulang dan bahkan dia bilang agar aku menginap saja di rumahnya dari pada aku harus pulang kehujanan, tapi karena di rumah Frins sedang tidak ada siapa-siapa dan hanya ada dia tentu saja aku tidak sampai mau menerima sarannya tersebut meskipun sebenarnya yang di katakan Frins mungkin lebih baik agar aku tidak pulang seperti ini, tapi ya aku tidak mungkin menginap di rumah seorang wanita yang saat ini hanya ada dia saja di rumahnya karena orang tuanya yang belum pulang, jadi aku katakan saja padanya tak enak jika aku harus menginap di rumahnya ketika hanya ada dia saja sendirian dan aku pun memutuskan untuk pulang meskipun ya dengan kehujanan seperti ini, tapi tak apa-apa bu aku baik-baik saja Frins meminjamkan ku mantel tebal nya sehingga air hujan tak sampai membasahi tubuh ku karena mantelnya yang tebal ini, tapi sekarang aku harus mencucinya agar esok hari bisa aku jemur dan kering bu. Yasudah bu sekarang aku sudah pulang dan kau lihat aku baik-baik saja kan bu, sebaiknya kau beristirahat bu ini sudah malam, aku juga sepertinya akan beristirahat sejenak tapi sebelum itu aku membersihkan dulu diri ku lalu beristirahat sejenak dan tentu saja bekerja karena seharian ini aku belum bekerja bu,"ujar Komi menjelaskan situasi yang menjebaknya saat itu sampai harus pulang dengan keadaan cuaca yang turun hujan, lalu menyarankan agar Buyi lebih baik tidur karena ini sudah cukup larut dan terlambat untuk ya beristirahat. " Jadi maksud mu sekarang kau akan membersihkan dulu dirimu tapi kau tak akan langsung beristirahat dulu Komi? tapi kau akan bekerja terlebih dahulu?"ujar Buyi. " Em ya bu sepertinya begitu aku belum bekerja sama sekali hari ini jadi tentu saja aku akan memakai waktu ku ini sekarang untuk bekerja saja bu, tapi kau tak usah khawatir karena aku akan beristirahat sebentar lagi bu aku tak akan terlalu lama bekerja dan tentu saja aku tak akan terlalu menghabiskan waktu yang lama untuk bekerja dan dengan begitu tentu saja aku akan beristirahat di waktu yang belum terlalu larut. Jadi sekarang kau lebih baik istirahat saja bu tak usah khawatirkan aku,"ujar Komi mencoba menenangkan Buyi yang saat itu terlihat seperti akan merasa cemas karena di hari yang sudah malam ini Komi akan bekerja. " Yasudah Komi jika memang seperti itu ibu percaya saja dengan apa yang kau katakan, tapi kau harus lakukan apa yang kau katakan jangan sampai kau bekerja hingga sampai malam terlalu larut Komi, kau harus punya cukup waktu untuk beristirahat juga. Ya sudah jika seperti itu ibu istirahat duluan Komi, selamat malam,"ujar Buyi kembali memperingatkan Komi agar dirinya tidak terlalu keras bekerja di hari yang sudah malam ini, dan langsung saja pergi untuk beristirahat terlebih dahulu. " Ya baiklah bu. Selamat malam,"ujar Komi sambil dirinya juga langsung saja pergi ke toilet untuk membersihkan dirinya yang saat itu baru pulang dan sekalian menyimpan mantel Frins yang di pakainya barusan karena tentu saja basah. Karena Komi memikirkan mengenai apa yang di katakan kepada ibunya barusan, mengenai Komi yang tidak akan terlalu keras berkerja sehingga memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat Komi pun tentu saja melakukan apa yang harusnya dia lakukan saat ini secepat mungkin, hingga pada akhirnya Komi sudah selesai membersihkan dirinya sehingga bisa langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bekerja. Saat itu Komi ingat dan memegang penuh perkataan yang di katakan kepada Buyi tadi sehingga Komi bekerja dengan sangat fokus hingga akhirnya Komi pun sudah merasa cukup dengan pekerjaannya sekarang dan memutuskan untuk beristirahat saja, dan ketika itu malam benar-benar belum terlalu larut Komi pun senang karena dirinya bisa menepati apa yang di katakan Komi kepada ibunya tadi. " Akhirnya aku sudah bisa menyelesaikan pekerjaan ku dan waktu menunjukan pukul 11.00 yang tentu saja belum terlalu malam, mungkin sebaiknya aku istirahat saja sekarang aku senang aku bisa menepati perkataan yang tadi aku katakan pada ibu, agar aku tidak bekerja terlalu keras dan beristirahat di waktu yang tidak terlalu larut apa lagi terlambat. Baiklah sepertinya sekarang aku lebih baik beristirahat, selamat malam Komi kau hebat untuk malam ini bisa bekerja dengan sangat fokus hingga kau bisa menyelesaikan tugas yang kau sudah jadwalkan dengan cepat,"ujar Komi saat itu sambil membaringkan dirinya di kasur karena ingin langsung saja beristirahat malam itu. Tapi baru saja Komi membaringkan dirinya di kasur dan memejamkan mata, tak lama setelah dirinya memejamkan mata tiba-tiba Komi langsung saja kembali terbangun dengan mata yang kembali terbuka tentu saja. " Apa yang aku pikirkan? kenapa sekarang aku jadi tiba-tiba ingat dengan kejadian barusan? ( Komi berdiam diri melamun ). Ah aku ingat, pengendara motor tadi ( Komi kembali terdiam ), sebenarnya tak ada hal yang harus aku curigai atau aku waspadai mengenai hal itu apa lagi mereka, karena aku hanya merasa terganggu saja dengan mereka dan dengan cepat aku langsung memacu kendaraan ku untuk menjauh dari rombongan motor pemotor tersebut tapi ( untuk ketiga kalinya kembali terdiam melamun ). Pemotor tadi, ada salah satu pemotor yang begitu melihat ku dengan tatapannya yang tajam seperti mencoba untuk mengidentifikasi ku karena dirinya yang sepertinya pernah melihat ku, tapi aku tak merasa jika aku pernah melihatnya apa lagi sampai mengenalnya mungkin selain karena dia memakai helm jadi aku tak bisa melihatnya dengan jelas, jika saja dia terlihat tanpa helm mungkin saja aku bisa melihat wajahnya degan jelas dan akan ingat jika pernah bertemu dengannya atau tidak. Tapi hal yang membuat ku sangat aneh adalah kenapa dia menatap ku dengan sangat tajam seperti itu, dasar orang-orang tak memiliki aturan, sepertinya jika aku berpapasan dengan mereka lagi sebaiknya aku bersembunyi saja, dari pada ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Aku memang tak berpikir buruk jika para pemotor tersebut memiliki niat buruk, tapi apa salahnya jika aku melakukan antisipasi,"ujar Komi saat itu tiba-tiba memikirkan mengenai pemotor tersebut yang begitu sangat aneh karena ada salah satu pemotor yang dengan sangat tajam melihat ke arah Komi, sehingga memutuskan jika Komi bertemu lagi dengan pemotor seperti itu dimana saja lebih baik Komi bersembunyi. Komi pun jadi tak bisa kembali tidur saat itu karena begitu sangat memikirkan mengenai kejadian tersebut, saat itu Komi memang tak berpikir buruk tapi pikiran Komi terus saja dihantui rasa cemas karena melihat salah satu pemotor tersebut yang begitu sangat melihat tajam ke arah Komi, yang Komi cemaskan saat itu adalah pemotor tersebut yang berpikir buruk kepada Komi apa lagi sampai memiliki rencana kriminal di balik tatapan tajamnya tersebut, hingga Komi pun jadi berpikir untuk mencari aman saja. " Sepertinya untuk beberapa hari ini aku tidak keluar larut malam seperti apa yang aku lakukan barusan, agar potensi bertemu kembali dengan gerombolan pemotor tersebut tidak terlalu besar, tapi lagi pula aku memang jarang keluar jadi sepertinya aku tidak usah merasa begitu cemas aku akan bertemu dengan mereka lagi di jalanan, santai saja Komi,"ujar Komi mencoba menenangkan dirinya sendiri saat itu. Karena Komi belum bisa kembali tidur saat itu Komi pun berencana untuk membuat teh hangat saja untuk menemani malamnya yang saat itu tentu saja sepi, dan tak tahu harus apa Komi yang sebenarnya ingin beristirahat kembali tapi sayang pikiran Komi tidak mendukung sehingga dirinya memutuskan untuk berdiam diri saja memancing rasa kantuk nya dengan segelas teh hangat. Singkat cerita Komi sudah membuat teh hangat yang Komi inginkan sehingga saat itu yang di lakukan Komi tentu saja kembali ke kamarnya lalu duduk di kursi yang saat itu ada di dekat jendela dimana Komi biasa bekerja. " Sepertinya aku sudah cukup bekerja untuk hari ini tapi aku ingin meneruskan buku yang aku buat ini ( buku spesial yang Komi sembunyikan ), apa aku lebih baik mencoba meneruskan saja cerita di buku ku ini saja? ( Komi terdiam kembali ). Ah sepertinya tidak Komi, lebih baik tidak sekarang kau sudah katakan kepada ibu jika kau tak akan terlalu keras bekerja hingga waktu istirahat mu harus kembali terganggu Komi. Tapi jika hanya melihat dan membacanya mungkin tidak apa-apa kan? sebentar saja hanya melihat dan membaca buku itu tidak untuk melanjutkannya Komi, ya tentu aku akan membacanya saja,"ujar Komi dalam hatinya saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN