Seperti Orang Yang Sangat Bahagia

1933 Kata
Ketika Frins dan Buyi sedang tertawa bersama karena menertawakan kelakuan Komi yang bisa-bisa nya membuat lelucon kepada Buyi sehingga membuat Buyi merasa cemas barusan, Komi pun selesai dari kamar mandi barusan dan kembali melihat ke luar rumah melihat Buyi dan Frins yang sedang tertawa bersama. " Bu kenapa kau terlihat sangat bahagia dengan Frins? apa yang kau katakan ingin menjadikan Frins sebagai menantu mu adalah hal yang benar-benar kau inginkan? kau terlihat begitu bahagia jika sedang bersama dengan Frins. Bahkan ketika kau sedang memiliki rasa kesal kepada ku seperti kemarin pun Frins bisa sangat dengan mudah membuat mu tersenyum kembali dan bicara pada ku seperti biasa,"ujar Komi dalam hatinya ketika melihat Buyi yang terlihat seperti sangat bahagia ketika bersama Frins. Ketika Komi melihat Frins yang sedang tertawa bersama Buyi saat itu, Komi pun melihat jika saat itu mereka mulai berjalan sepertinya langsung akan masuk ke rumah, sehingga membuat Komi berpikir sepertinya sekarang Komi tidak memperlihatkan dirinya dulu. " Mungkin lebih baik sekarang aku benar-benar membersihkan dikamar mandi, agar ketika aku menemui mereka aku tidak akan sampai sulit menjawab jika di tanya sudah darimana sehingga lama meninggalkan Frins di luar sana,"ujar Komi, sambil langsung saja menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya saat itu. Dengan cepat saat itu Frins langsung saja pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tapi tentu saja saat itu Komi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan dirinya sehingga Komi pun dengan cepat bisa menghampiri Frins dan Buyi yang saat itu terlihat tidak ada di pekarangan rumah tapi. " Kemana mereka pergi? aku tentu tak berpikir jika mereka pergi jauh ke suatu tempat kar na selain ibu yang tidak pernah bepergian kemana-mana kecuali ke warung untuk membeli bahan makanan, Frins pun sepertinya tidak akan mau di ajak pergi karena belum membersihkan dirinya yang baru saja sudah selesai untuk berolahraga pagi, sehingga tentu saja frins terlihat masih berantakan karena dirinya yang di penuhi oleh keringat barusan. Sampai Komi pun saat itu mencoba untuk masuk saja ke dalam rumah dan mencari mereka di salah satu ruangan rumah. " Mungkin saja mereka sedang di dapur menyiapkan bahan makanan untuk makan siang nanti, meskipun sebenarnya waktu kita untuk makan siang masih cukup jauh,"ujar Komi sambil berjalan ke dapur saat itu. Dan ketika Komi ke dapur, saat itu Komi tetap saja tidak bisa melihat keberadaan Frins dan Buyi, yang tentu saja Komi tidak tahu kemana sebenarnya mereka pergi, sampai Komi pun langsung saja mencoba untuk pergi saja ke ruangan lain mungkin saja Frins di ajak Buyi untuk ke kamarnya saat itu, sehingga yang Komi lakukan tentu saja pergi ke kamar Buyi mencoba melihat apakah mereka memang sedang berada di kamar Buyi saat itu. " Mereka juga sepertinya tidak ada di kamar ibu, jika ada tentu saja ibu dan Frins tidak akan sampai mengacuhkan panggilan ku yang sudah beberapa kali aku lakukan barusan. Tak usah berpikir buruk Komi, mungkin saja tadi ketika aku membersihkan diri ibu mengajak Frins membersihkan dirinya di kamar mandi kamar nya dan Frins bisa membersihkan dirinya lebih cepat dari yang aku lakukan barusan, jadi dia ( Komi berdiam diri ). Ah sudahlah Komi, mungkin sekarang aku ke kamar ku saja dulu sambil menunggu mereka kembali dari suatu tempat yang tentu saja aku tidak tahu kemana mereka pergi,"ujar Komi langsung saja mengalihkan perhatiannya ketika dirinya mulai berpikir aneh mengenai kepergian Frins dan Buyi. Komi pun dengan cepat langsung saja masuk ke kamarnya untuk melakukan sesuatu tentunya, ini menjadi sebuah kesempatan untuk Komi yang kemarin malam tidak bisa sekedar melihat apa lagi melanjutkan ceritanya di buku spesial yang dia miliki karena Frins yang menguasai kamarnya dan tentu saja akan sangat tidak aman jika Komi memaksa membuka dan membaca buku spesialnya ketika dirinya bekerja di ruang tengah rumah apa lagi sampai mencoba untuk kembali melanjutkan menulis di buku spesialnya tersebut. " Halo sayang apa kabar mu? maaf aku tidak sempat membaca dan menulis pada dirimu kemarin karena di rumah ku sedang ada Frins yang tentu saja akan sedikit tidak aman jika aku sampai terus mencoba untuk membaca apa lagi melanjutkan menulis pada di dirimu, mumpung sekarang ibu dan Frins sedang tidak ada jadi sekarang lah waktu yang tepat untuk aku melanjutkan cerita ku pada diri mu, kau senang kan? haha. Ayo kita mulai,"ujar Komi bicara kepada buku tersebut saat itu dengan perasaan senang seolah-olah buku tersebut adalah orang yang bisa mendengarkan dan mengerti apa yang Komi bicarakan. Dan Komi pun saat itu tentu saja langsung membuka buku spesial miliknya tersebut membaca sudah sampai mana Komi menulis di buku tersebut, bahkan karena kebiasaan Komi yang ketika membaca buku tersebut begitu merasa senang dan begitu merasa jika ketika Komi membaca buku tersebut dirinya selalu mendapatkan penyemangat yang tiba-tiba masuk ke dalam pikirannya, sekarang pun Komi begitu santai dan sangat semangat membaca buku tersebut di saat Frins dan Buyi memang sedang tidak ada di rumah. Sampai ketika Komi sudah selesai membaca bukunya tersebut karena Komi baru sempat menulis beberapa bab saja di buku tersebut Komi pun jadi berpikir untuk lanjut saja menulis di buku spesialnya tersebut karena Komi melihat tidak ada tanda-tanda dari Frins dan Buyi yang sudah kembali saat itu. Sehingga karena semangat membara yang sedang Komi rasakan saat itu begitu mendorongnya untuk kembali menulis di buku tersebut, tentu saja yang di lakukan Komi saat itu lanjut menulis ide apa yang sudah ada di dalam kepalnya saat itu, tapi dengan melihat keadaan terlebih dahulu tentu saja, Komi begitu sangat cemas jika ketika dirinya sedang asik menulis kembali di buku spesialnya tersebut ada Frins atau Buyi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya sehingga bisa saja mereka memergoki Komi yang sedang menulis di buku spesial itu sehingga rencana Komi yang begitu sangat melindungi buku spesialnya tersebut musnah karena dirinya Frins dan Buyi yang berhasil memergokinya saat itu, sehingga karena keadaan memang aman tapi bisa saja menjadi tiba-tiba tidak aman Komi pun begitu memperhatikan keadaan di rumahnya, yang Komi takutkan tentu saja Frins dan Buyi tidak Komi ketahui sudah pulang karena Komi yang begitu sangat fokus menulis. Tapi karena saat itu keadaan sedang aman tentu saja tanpa membuang waktunya kembali Komi langsung saja mencoba menulis kembali ide yang sudah dirinya dapatkan saat itu, selain dirinya yang saat itu begitu sangat sudah mendapatkan ide dan semangat untuk kembali menulis di buku spesialnya Komi pun memanfaatkan situasi yang sedang aman di rumahnya karena Frins dan Buyi yang sedang tidak ada di rumah saat itu, dan tak berpikir untuk membuang waktunya dengan cepat Komi pun langsung saja menulis kembali di buku spesialnya. " Terima kasih untuk waktunya bu, Frins aku sangat menyayangi kalian, dan untuk mu buku kesayangan ku, semoga saja aku bisa mendapatkan apa yang aku mau, yang aku sudah tulis di buku ini. Aku sangat menyayangi mu,"ujar Komi kembali bicara sendiri ke pada buku tersebut. Dan ketika Komi sudah bicara seperti itu begitu sangat ajaib yang di alami Komi saat itu, meskipun Komi sedang dalam keadaan yang sebenarnya cukup terdesak karena di satu sisi memang keadaan rumah sedang kosong entah kemana Frins, dan Buyi pergi tapi saat itu pun Komi tidak merasa sepenuhnya aman karena dirinya yang harus bisa mengontrol situasi takutnya karena Komi terlalu fokus bekerja Komi sampai tidak sadar ketika Frins dan Buyi sudah kembali ke rumah, lebih khawatir lagi jika Komi tak sadar ketika Frins atau Buyi malah sudah melihat Komi yang sedang asik menulis di buku spesialnya tersebut, dimana jika sampai Frins atau Buyi melihat hal tersebut tentu saja mereka akan langsung mencoba untuk melihat atau menanyakan mengenai apa yang sedang Komi tulis di buku tersebut. Sehingga keadaan sebenarnya yang sedang Komi hadapi saat itu sebenarnya tidak terlalu aman. Tapi karena saat itu Komi begitu fokus untuk bekerja meskipun di dalam situasi yang tidak sepenuhnya aman, Komi pun bisa menyelesaikan satu bab baru di buku spesialnya tersebut hingga pada akhirnya Komi pun mencoba untuk rehat sejenak merasa senang dengan karya yang sudah dirinya bisa tulis kembali di buku spesialnya tersebut. " Akhirnya aku bisa menulis bab baru pada diri mu sayang, meskipun aku sedang dalam keadaan yang sebenarnya tidak terlalu aman tapi syukurlah sekarang pada akhirnya aku bisa menulis bab baru pada diri mu yang dengan perasaan yang sangat bahagia hahaha. Sekarang sepertinya ibu dan Frins belum kembali mungkin aku lebih baik kembali melanjutkan pekerjaan ku yang sedang fokus pada diri mu kan? agar ketika lain waktu aku membaca mu, aku bisa lebih semangat dan senang lagi,"ujar Komi kembali bicara dengan perasaan yang masih bahagia karena sudah bisa melanjutkan dirinya menulis di buku spesial tersebut. Dan karena kesempatan masih berlanjut dimana Frins dan Buyi belum ada kembali ke rumah saat itu Komi pun jadi langsung saja mencoba untuk kembali menulis di buku tersebut saat itu, tapi sayang ketika Komi akan lanjut menulis di buku spesial tersebut Komi mendengar pintu rumahnya yang saat itu terbuka dengan di ikuti suara 2 orang wanita berbincang. Saat itu pintu kamar Komi sengaja di buka karena Komi yang berpikir dengan pintu kamar Komi yang di buka, sepertinya Komi akan bisa mendengar siapapun yang masuk ke dalam rumahnya meskipun Komi sedang bekerja, dan pada akhirnya apa yang di katakan Komi saat itu benar ketika Frins dan Buyi sampai di rumah dan membuka pintu, Komi pun bisa mendengarkan suara tersebut meskipun dengan tidak terlalu jelas. Saat itu Komi tidak langsung panik tapi bertindak seperti biasa saja, menutup dan menyimpan perlahan buku spesial yang di miliki Komi saat itu sambil terus saja mencoba mendengarkan suara perbicangan dua orang yang Komi dengarkan tadi. " Sepertinya itu memang ibu dan Frins, siapa lagi yang bisa bebas masuk ke rumah ini kalau bukan mereka? dan sebentar lagi sepertinya mereka akan memanggil ku,"ujar Komi dalam hatinya sambil tangannya yang sudah memasukkan buku spesial tersebut dalam tas tempatnya menyimpan semua peralatan bekerja nya saat itu. Dan ketika Komi sudah menyimpan buku spesialnya dan berpikir demikian, tiba-tiba. " Komi, dimana kau?"ujar Frins dan Buyi memanggil Komi. " Seperti apa yang aku duga, mereka langsung memanggil ku ( Komi bicara dalam hati ). Ya bu aku ada di kamar,"ujar Komi sambil dirinya yang langsung berdiri mencoba untuk langsung saja menghampiri mereka. " hai bu, Frins kalian dari mana saja? aku mencari kalian dari tadi, ini pertama kali kau keluar bu,"ujar Komi bertanya. " Pertama kau lihat ibu keluar, bukan pertama kali ibu keluar Komi. Menurut mu jika bukan ibu yang keluar dan membeli bahan makanan untuk kita makan apakah bahan makanan tersebut akan datang sendiri ke kulkas. Tidak kan Komi? itu berarti bukan ibu yang pertama kali keluar tapi kau lah yang baru pertama kali menyadari jika ibu keluar,"jawab Buyi. " Oh haha maaf bu sepertinya itu yang memang sebenarnya terjadi, tapi kau sudah belanja bahan makanan bersama dengan Frins? apa yang kau beli?"ujar Komi bertanya lagi. " Ya tentu saja bahan makanan untuk kita makan siang nanti,"jawab Buyi. " Wow ini pasti enak hehe, baiklah sekarang karena kalian sudah pulang dari belanja apa yang bisa aku bantu untuk kalian?"ujar Komi. " Sepertinya tidak ada Komi, ibu sudah cukup mendapatkan bantuan dari Frins. Lalu dari tadi apa yang kau lakukan di kamar Komi? kau bekerja Komi? ingat, jika kau berhutang menunjukan buku kerja mu kepada ku Komi. Kapan kau akan menunjukannya?"tanya Buyi. " Seperti apa yang aku katakan pasti ibu bertanya mengenai hal ini, dan mengenai buku kerja yang aku miliki. Untung saja aku bisa tahu ibu yang sudah pulang sehingga ibu tak memergoki aku yang sedang memang bekerja, tapi bukan bekerja di buku yang biasa aku kerjakan tapi di buku spesial yang aku miliki sehingga tentu saja buku spesial yang aku miliki aman. Dan untung saja aku pintar aku juga sudah menyiapkan buku lain untuk aku tunjukan kepada ibu selain buku spesial yang aku miliki haha,"ujar Komi dalam hatinya saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN