Seandainya

1520 Kata
Saat Frins melihat Buyi yang saat itu terlihat begitu sangat gelisah sampai tidak bisa kembali beristirahat Frins pun berinisiatif untuk bertanya saja kepada Buyi sehingga yang di lakukan Buyi tentu saja langsung mengatakan apa yang sebenarnya sedang dia alami sampai dirinya tidak bisa kembali langsung beristirahat dan yang di lakukannya malah melamun seperti memiliki beban pikiran, hingga pada akhirnya karena Buyi pun memang berpikir jika sebuah hal yang baik mengatakan sebuah beban pikiran yang sedang di alaminya saat itu, Buyi pun tentu saja mengatakan semua yang sedang di pikirkan nya hingga setelah Buyi menceritakan semuanya Buyi pun langsung saja bicara jika dirinya sudah merasa agak baikan sehingga Buyi rasa bisa beristirahat saat itu, dan tentu saja Buyi langsung mengajak Frins beristirahat saat itu dimana waktu sudah sangat larut dan tentu saja sudah cukup terlambat untuk tidur. " Semoga apa yang kau rasakan sekarang bukan sebuah pertanda buruk yang akan terjadi kepada orang yang berada didekat mu bu. Aku bukannya mendoakan sebuah hal buruk yang akan terjadi tapi justru aku bicara seperti ini berharap jika apa yang kau rasakan hanya perasaan mu saja bukan sebuah firasat, jujur saja aku tidak berani menyepelekan perkataan atau pemikiran orang tua karena feeling orang tua sangat kuat bu. Selamat malam, selamat beristirahat,"ujar Frins dalam hatinya sambil melihat Buyi yang sepertinya sudah terlelap tidur. Dan karena sekarang waktu memang sudah larut dan terlambat untuk istirahat juga tentu saja yang di lakukan Frins pun menutup matanya untuk langsung beristirahat saja, seperti apa yang di lakukan Buyi. Keesokan hari Frins bangun dari tidur nya di waktu yang sudah akan pagi dengan posisi Buyi yang sudah tidak ada di sampingnya. " Ah sepertinya aku kesiangan, sial gara-gara aku terlambat tidur semalam sekarang aku jadi malah bangun terlambat. Sekarang ibu pasti sudah ada di dapur, lebih baik aku menghampiri nya dan membantu pekerjaannya,"ujar Frins sambil bergegas keluar dari kamarnya untuk menghampiri Buyi yang sepertinya sudah ada di dapur. Tapi ketika Frins akan ke dapur terlebih dahulu saat itu tentu saja Frins melewati ruang tengah dimana Komi tidur disana, terlihat juga peralatan bekerja nya saat itu dimana ada sebuah buku yang Komi sedang incar karena begitu sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam buku tersebut karena sudah jelas jika Komi memiliki sebuah buku yang dirinya sembunyikan dari orang lain termasuk Frins. " Aku sebenarnya masih terus saja merasa penasaran dengan isi dari buku tersebut yang sudah jelas jika di dalam buku tersebut ada sebuah cerita misteri sehingga kau menyembunyikan buku tersebut dari siapapun termasuk aku Komi, tapi sepertinya kau juga menjaga dengan sangat baik buku tersebut dan kau menyimpan nya dengan sangat rapai sehingga tak akan ada orang yang bisa mudah melihat buku tersebut Komi, sekarang saja sebenarnya aku ingin melihat buku tersebut Komi tapi aku tidak memiliki sedikit pun celah untuk mendapatkan buku tersebut,"ujar Frins dalam hatinya ketika saat itu melihat Komi dan beberapa peralatan bekerjanya tersimpan dekat dengan sofa tempat Komi tidur. " Ya sudahlah Frins, lebih baik sekarang kau tak usah memikirkan mengenai hal itu dulu karena aku tidak bisa langsung begitu saja mengambil buku tersebut, apa lagi memaksa untuk melihat dan membaca buku tersebut Frins, aku hanya bisa berharap semoga di lain hari aku mendapatkan kesempatan untuk membaca buku tersebut dan apa yang di tulis Komi sehingga dia berpikir tidak ingin memperlihatkan buku yang dirinya tulis tersebut. Mungkin saja yang di tulis oleh Komi dalam buku tersebut adalah cerita Komi yang sengaja dia tutupi karena memiliki cerita yang menarik dan mungkin bisa saja sudah memiliki penghasilan yang bagus dan rencana Komi menyembunyikan buku tersebut mungkin karena dia ingin memberikan kejutan kepada ibu? ya sepertinya itu hal yang mungkin bisa saja terjadi Frins, maaf Komi berpikir seperti ini aku jadi merasa bodoh, kenapa aku harus merasa curiga dengan mu mengenai hal ini? yang aku lakukan justru harusnya mendukung mu Komi,"ujar Frins mencoba berpikir positif dan sekarang yang Frins pikirkan justru harusnya mendukung Komi yang sepertinya sedang melakukan hal yang baik, bukannya merasa curiga kepada Komi karena hanya terlihat seperti menyembunyikan sesuatu dari Frins. Berpikir seperti itu Frins pun tersenyum kepada Komi, melihat seperti ada energi baik yang terlihat di diri Komi hingga akhirnya Frins pun langsung saja masuk ke dapur menghampiri Buyi yang sepertinya sedang bekerja dan sepertinya akan kembali menyiapkan sarapan untuk mereka saat itu. " Hai bu, kenapa kau tidak membangunkan ku bu? aku jadi bangun terlambat dan jadi terlambat untuk membantu mu juga. Tapi sekarang biarkan aku membantu membersihkan ini bu,"ujar Frins dengan langsung membantu Buyi yang sedang mencuci piring. " Ibu melihat kau begitu sangat nyenyak beristirahat Frins, ibu juga ingat kemarin kau jadi harus kembali bangun karena kau mendengarkan cerita ibu Frins, ibu kasihan melihat mu yang jadi malah tidur terlambat kemarin makannya tadi ibu tidak membangunkan mu. Iya Frins terima kasih,"ujar Buyi mengatakan alasannya tidak membangunkan Frins saat itu. " Padahal aku tidak apa-apa bu, aku bangun karena justru aku juga khawatir kepada ibu yang malah memikirkan sesuatu sendirian. Tapi sekarang kau tidak kembali memiliki beban pikiran kan bu?ujar Frins kembali bertanya. " Ya Frins ibu sudah tidak apa-apa tenang saja tak usah khawatir. Justru kau lah yang seharusnya ibu cemaskan Frins, kau tidur terlambat kemarin tentu saja kau jadi beristirahat di waktu yang lebih sedikit, apa kau tidak merasa pusing? mungkin sekarang lebih baik kau kembali ke kamar saja Frins, beristirahat saja lagi biarkan ibu yang membereskan ini Frins,"ujar Buyi menyarankan agar Frins kembali saja ke kamar dan beristirahat karena Buyi menyangka Frins yang kemarin kurang beristirahat. " Tidak bu aku tidak apa-apa, dan aku kan kemarin tidak selalu terjaga bu sebelum aku terbangun karena mendengarkan cerita mu aku sudah terlebih dahulu tidur bahkan aku tertidur 2 kali sebelum itu bu jadi tentu saja aku sebenarnya tidak kekurangan beristirahat. kau tak usah khawatir. Sekarang tentu saja aku sudah sangat segar kembali bi,"ujar Frins. " Ya syukurlah jika seperti itu Frins, yasudah kau boleh membantu ku Frins terima kasih,"ujar Buyi. Dan saat itu mereka pun langsung saja mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing sampai singkat cerita mereka pun sudah bisa menyelesaikan pekerjaan mereka sampai menyiapkan sarapan, karena mereka sudah menyiapkan sarapan tentu saja mereka pun membangunkan Komi yang masih tidur di sofa saat itu. " Komi, bangun ini sudah pagi,"ujar Frins membangunkan Komi. Tidak berhenti di situ Frins pun terus saja mencoba membangunkan Komi yang saat itu masih belum bangun. " Komi bangun sudah waktunya sarapan,"ujar Frins kembali sambil membangunkan nya kali ini dengan menarik selimut yang di pakai Komi. Dan Komi pun perlahan membuka matanya, terbangun dari tidurnya. " Aku pikir kau mati Komi, kau susah sekali aku bangunkan,"ujar Frins bercanda. " Memangnya kau mau jika aku mati Frins? ingat jika aku mati kau tak akan bisa bersenang-senang seperti ini, dan sepertinya kau akan merasa sangat sedih karena kehilangan orang yang begitu sangat kau sayangi,"ujar Komi membalas candaan Frins saat itu. " Buk,"Frins memukul bagian otot Komi. " Aw sakit Frins,"jawab Komi merasa kesakitan. " Cepatlah ke dapur Komi, sarapan sudah siap ibu sudah menunggu mu,"ujar Frins sedikit jutek karena merasa malu dengan candaan Komi saat itu. " Hahaha iya Frins iya, kenapa kau tiba-tiba langsung bertingkah aneh dan salah tingkah seperti itu sayang? sini sepertinya pelukan ketika aku baru bangun tidur akan membuat ku nyaman Frins,"ujar Komi kembali bercanda menggoda Komi. " Bek. Rasakan itu Komi,"ujar Frins sambil kembali memukul Komi saat itu. Dan Frins pun langsung saja pergi meninggalkan Komi yang saat itu masih ada di sofa dengan membuka kedua tangannya meminta pelukan, dengan berjalan cepat. " Hahaha Frins aku hanya bercanda ayolah kemana kau akan pergi?"ujar Komi sambil mengejar Frins saat itu. " Menjauhlah Komi,"ujar Frins sambil terus melangkah menjauhi Komi saat itu, tapi dengan wajah bercanda juga. " Hahaha kau pikir kau mau lari kemana Frins? rasakan ini, ini pembalasan ku untuk mu karena sudah memukul ku 2 kali Frins, rasakan, rasakan,"ujar Komi mencoba menggelitiki Frins sambil memeluknya saat itu. " Hahaha cukup Komi, cukup, aku minta maaf aku tidak akan mengulanginya lagi Komi cukup hahaha,"ujar Frins saat itu mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Frins, yang juga sambil menggelitikinya. " Kalian begitu sangat akrab dan sangat serasi Frins Komi, tentu saja ibu sangat mendukung kalian jika kalian memiliki perasaan yang sama dan ingin saling memiliki ikatan yang lebih dari kata sahabat ( ujar Buyi dalam hati ). Frins, Komi sudah cukup kemarilah makanan sudah siap, ayo makan sebelum dingin,"ujar Buyi. Dan mereka pun saat itu melihat ke arah Buyi yang memanggilnya menyuruh mereka untuk makan selagi makanan masih hangat. " Ayo Komi, ibu sudah memanggil sebaiknya kita cepat menghampirinya dan rasakan ini hahaha,"ujar Frins sambil kembali memukul bagian dada Komi dengan telapak tangannya, dengan tenaga yang tidak terlalu keras tentu saja bercanda. " Aw hey Frins kau curang awas kau ya,"ujar Komi sambil menghampiri Buyi yang tengah ada di dapur memanggil mereka agar makan terlebih dahulu. Seketika itu suasana di dalam rumah Buyi begitu hangat karena Frins, dan Buyi yang bisa membuat suasana di dalam rumah begitu hidup dan menyenangkan. Hingga pada akhirnya singkat cerita merekapun bisa menyelesaikan sarapan mereka dengan suasana yang kembali hangat karena makan sambil berbincang hal santai, tentu nya dengan tubuh mereka yang sudah bersih karena terlebih dahulu pergi ke toilet sebelum sarapan tadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN