OBSERVATORIUM

2255 Kata

“Kita naik kereta naganya sekarang, kan Abah?” tanya Eira. Suaranya terdengar sedikit bergetar. “Iya, sayangnya Abah. Kita antre dulu. Oke?” Bumi berjongkok, merapatkan syal di leher Eira. “Neng kedinginan ya?” “Henteu, Eira happy!” “Digendong Abah dulu, yuk? Nanti di dalam dragon ride, baru Neng turun.” “Soalnya di luar dingin?” Bumi mengangguk. Eira sontak mendekap leher sang ayah, membuat Bumi mengatupkan bibir, menahan tawa. “Pakai sarung tangan ya?” tanya Yuna. “Oke, Emak,” jawab Eira. “Ish, bilang atuh Neng kalau dingin,” ujar Bintang seraya mencubit pelan pipi Eira. Élina yang melihatnya tergelak riang sambil menunjukkan sarung tangannya ke Yuna. “Eira tahan kok, Mamang.” “Iya. Neng Eira bisa nahan, tapi kan Neng punya Abah, ada dua Mamang, ada Aki juga, bisa digendong. H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN