TERGESA

1644 Kata

“Aa?” Bintang sontak terbangun. Kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul saat ia turun dari ranjang dan berjalan ke pintu. “Izora?” Gadisnya berdiri sambil menderaikan air mata. Bintang menariknya masuk, menutup pintu, lalu memeluk Helia erat. “Mami masuk rumah sakit, A. Tekanan darahnya naik. Sekarang masih diobservasi.” Helia mengadu. “Sejak kapan?” tanya Bintang sambil mendudukkan Helia di tepi ranjangnya. “Pingsannya tiga jam yang lalu.” “Masih belum sadar?” “Sudah, A. Tapi masih lemas. Kepalanya sakit banget.” Bintang mengangguk. “Aku cari tiket ya?” Helia menyeka air mata di pipinya. Namun bukannya berhenti menangis, ia justru makin terisak. “Mami... nampar Gavin, A.” Bintang tertegun. “Ia takut Mami kenapa-kenapa, A.” “Oke. Kita pulang, kita lihat Mami. Aku temani. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN