Pagi di Théologie terasa berbeda sejak hari itu. Tak ada kepanikan, tak ada wajah-wajah tegang yang berusaha disembunyikan di balik senyum profesional. Namun Helia bisa merasakannya dengan jelas, ada perubahan di atmosfer kerja. Lebih serius, lebih fokus. Bukan tegang, namun siaga. Seperti dapur yang siap menghadapi jam sibuk, dengan kesiapan yang matang. Helia berdiri di tengah bar, memandangi papan menu kecil yang kini dipenuhi catatan tulisan tangan. Ia menuliskannya sendiri sejak subuh, satu per satu, memastikan jaraknya rapi dan mudah dibaca dari kejauhan. Setiap baris berisi nama menu, catatan rasa singkat, alternatif pairing, serta beberapa tanda semisal lingkaran, garis, atau bintang—yang hanya dimengerti tim Théologie. Kode rahasia yang terbentuk dari kebiasaan bekerja bersama.

