“Mami masih pucat, lho,” ujar Helia. “Yakin ngga apa-apa pulang?” Munik mengangguk. “Kata Dokter kan sudah boleh pulang, Ya.” “Iya sih.” “Bocah suka aneh.” Helia tergelak. “Mami nih! Ngajak ribut mulu.” Munik terkekeh. Tiga hari setelah malam itu, Munik akhirnya diizinkan pulang. Ruang rawat inap sudah tak lagi dipenuhi suara mesin pemantau yang mendebarkan setiap kali angkanya berubah. Dokter bilang, tekanan darah Munik sudah lebih stabil, nyeri kepala jauh berkurang, dan pemeriksaan jantung menunjukkan kondisi yang membaik—meski tetap diikuti pesan ‘harus dijaga’. Kalimat yang paling sering diulang dokter adalah hindari stres, jangan memaksa kerja jika tubuh sudah memberi sinyal perlu beristirahat, berpikir mudah—tak menyelesaikan masalah dengan emosi, serta jangan merasa bertang

