HARGA DAN ALASAN

1965 Kata

“Ada-ada... mmmdadada. Yah! Hmm.” “Teether-nya kenapa diajak debat sih, Neng?” kekeh Bintang seraya mengenakan jam tangannya. Nadia menatap ayahnya, mencengir tanpa melepas gigitan di mainannya. “Gatal ya guzinya Nadia?” tanya Bintang kemudian. “Hmm,” sahut bayinya, lalu tiba-tiba saja ekspresi gemas sambil menggigit kencang teether itu muncul. Bintang mendekat, duduk kursi, hendak mengenakan kaus kakinya. “Ayah!” seru Nadia. “Nadia!” balas Bintang. “Ayah!” ulang bayi itu lagi. “Nadia!” sahut sang ayah. “Dadadadaaa!” “Mana Bunda?” Gadis kecil itu menyapukan pandangannya. “Dadada.” “Kayak ada yang manggil Bunda,” ujar Helia seraya melangkah keluar dari kamar mandi. “Nadia, Bunda,” sahut Bintang. “Aku akhirnya haid lagi, A," lirih istrinya. Bintang menatap Helia. “Kram?” “Ng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN