LANGSUNG UJI

2129 Kata

Makan siang itu awalnya benar-benar terlihat seperti makan siang biasa. Meja panjang di Théologie sudah penuh. Beberapa piring sharing plate diletakkan di tengah, minuman dingin dan hangat dalam gelas kaca dan mug, tawa renyah di antara obrolan yang saling silang. Helia bahkan tak sempat canggung berhubung pertanyaan untuknya terus sambung menyambung. Dirga duduk tak jauh dari ujung meja. Dari luar, ia tampak santai—tengah sibuk mencicipi Dark Chocolate Chili Mousse with Sea Salt Crumble sambil menyesap Milk Mist Tea. “Wow!” gumamnya, takjub. Lalu ia ulangi sekali lagi. “Masya Allah.” “Enak banget, Kak?” tanya Andien. “Cobain sendiri, baby,” tanggap Dirga seraya menyodorkan dessert dan minuman unik tersebut. Andien menyuap mousse, lalu menyesap teh. Saat menelan, ia menatap Dirga,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN