Chilla memperhatikan pemandangan jalanan kota Jakarta dari jendela mobil yang tengah melaju dengan kecepatan sedang. Dirinya berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Toni yang saat ini duduk di sampingnya. Sejujurnya Chilla sudah menolak saat Toni menawarkan untuk mengantarnya ke rumah Diana. Namun, karena kondisi Chilla yang tiba-tiba merasa sakit di kepalanya, Toni akhirnya bersikeras untuk mengantarkan Chilla dulu sebelum ke kantornya. Sepanjang perjalanan Chilla hanya terdiam memikirkan kejadian di apartemen Toni tadi. Ia sangat penasaran dengan wanita bernama Raras yang berbicara di telepon dengan Toni. Kayanya aku kenal sama cewek bernama Raras itu. Tapi siapa dia? Dan kenapa Toni nggak mau aku tahu kalau dia nelpon Toni, batin Chilla. Chilla benar-benar merasa sangat penasaran

