Arum dan Bagas terlihat berjalan mondar mandir di lorong rumah sakit dengan wajah panik dan khawatir. Keduanya saat ini tengah menunggu Chila yangs edang diperiksa oleh dokter yang bertugas di IGD. Seorang wanita paru baya yang mengenakan jas putih yang menandakan bahwa dirinya adalah seorang dokter terlihat berlari menghampiri Arum dan Bagas. “Tante,” sapa Arum yang lebih dulu melihat kedatangan wanita itu. Ia adalah Suci Arista Mama Chilla. Kebetulan Mall tempat mereka berbelanja tadi jaraknya tidak jauh dari rumah sakit tempat Mama Chilla bekerja. Begitu sampai di rumah sakit, Bagas langsung meminta tolong salah seorang perawat untuk mengabari Suci. “Gimana keadaan Chilla?” Tanya Suci dengan wajah panik bercampur khawatir. Ia tentu saja terkejut dan ketakutan saat mendengar bahwa pu

