Bab 85

1630 Kata

Chilla berjalan keluar dari kamarnya dengan penampilannya yang mengenakan kemeja lengan panjang dan rok span. Dengan penampilan formalnya ia berjalan menuju ruang makan, dimana di sana terlihat Papanya yang tengah duduk untuk sarapan. “Pagi pa,” sapa Chilla sambil mengecup pipi pria paru baya itu. “Pagi sayang,” balas Arbara Wiguna. “Mama mana Pa, kok nggak ikut sarapan sih?” Tanya Chilla sambil bergerak duduk di samping Papanya untuk ikut sarapan. “Lagi ada pasien yang harus dioperasi mendadak, makanya Mama kamu langsung buru-buru ke rumah sakit tadi,” jawab Arbara. Chilla mengangguk paham. “Bilangin Mama dong Pa, dia itu udah nggak muda lagi jadi kurangin kegiatannya di rumah sakit. Bukannya sekarang ini banyak dokter muda berbakat yang bisa menghandle beberapa pekerjaan Mama.” Arb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN