Toni berjalan menuju area parkiran dengan membawa tubuh Chilla yang berada dalam gendongannya. Semakin ia mencium bau alkohol dari tubuh wanita di gendongannya ini, semakin ia merasa begitu marah memikirkan bahwa Chilla bisa saja hampir dibawa oleh pria asing tadi. Gina yang berjalan di belakang Toni terus saja merapalkan doa dan berharap kakaknya itu tidak mengamuk pada dirinya. Toni sudah hampir sampai ke mobilnya dan akan memasukkan Chilla ke dalam mobilnya, namun dengan cepat Gina menghalangi kakaknya itu. “Biar bawa ke mobilku aja ya kak. Kak Chilla pasti marah banget kalau sadar Kak Toni yang nganterin dia balik ke penginapan,” ujar Gina dnegan nada pelan dan tatapan ragu karena masih takut dengan tatapan tajam Toni padanya saat ini. “Setelah hampir menjerumuskan Chilla tadi, apa

