Terlalu Berat

1286 Kata

"Ma-maksudnya?" Tari tampak gugup, ingin melakukan aksi protes, tetapi lidahnya mendadak kelu. Tari kehilangan kata untuk membalas kalimat Rigi. Ia hanya mampu menatap nyalang ke arah pria menyebalkan di depannya. Lelaki yang ditatapnya seperti itu, memilih untuk membuang muka. Mengalihkan pandangan ke arah lain dan memutus kontak di antara keduanya, paham jika pernyataannya memang cukup mengejutkan. Rigi yakin, sebentar lagi Tari akan melakukan mukadimah seperti biasanya. Seperti ketika ia usai mengatakan hal di luar kepala sang wanita. Suasana di ruangan tersebut mendadak hening. Tak ada suara yang keduanya lontarkan. Rigi sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa ingin memberikan kepastian pada Tari. Sedangkan wanita itu, diam menunggu Rigi. Sorot matanya menyiratkan permohonan. Namun,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN