'Gue cinta dia dan gue benci lo.' Ucapan Kevin terngiang-ngiang tiada henti dikepala Alea membuat sang empu sedih. Tes! Tetesan air mata jatuh mengaliri pipi chubby-nya. Isakan Alea mulai terdengar. Ia terus mengingat ucapan Kevin beberapa menit yang lalu. Alea sekarang tengah duduk di halte depan sekolah menunggu jemputan sopirnya. Menatap langit yang meneteskan ribuan air seakan-akan tau apa yang Alea rasakan sekarang. Disela hujan, air mata Alea terus mengalir seiring sakt hatinya. Tanpa ia sadari, seseorang telah duduk disampingnya dan mengamatinya sejak tadi. Sosok itu menghapus air mata Alea dengan ibu jarinya. Alea yang kaget lantas menoleh pada si pemilik jari itu. "Ck, gitu aja nangis!" decak Aldi sambil menyentil dahi Alea. "Ish apaan sih," dengus Alea lalu kembali menatap l

