Sebuah cahaya mengusik seorang gadis di pembaringannya. Cahaya itu membuat si gadis menggeliat tak nyaman. Lalu ia membuka perlahan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Pertama kali yang ia lihat adalah orang tua, kakak, dan sahabatnya yang tengah menangis. Alea mengernyit bingung. Kenapa semua menangis? Anggi berlaridan memeluk sahabatnya itu, "Maaf maaf maaf maaf!" bisik Anggi dengan isakannya. "Ada apa?" suara Alea serak, menandakan ia baru terbangun dari tidurnya. "Gu-gue minta maaf, gue gak nyangka semua ini bakal terjadi sama lo! Maaf, gue gak percaya sama lo! Maaf karna gue terlalu bego gak bisa ngertiin maksud ucapan lo pagi tadi! Maaf, Lea maaf." racau Anggi. Alea bisa merasakan bahunya terkena tetesan air. Anggi menangis? "Gak masalah kok, Gi! Lagian kan e

