Di ujung barat, matahari sore masih setia memperlihatkan indahnya semburat jingganya. Bahkan mendung yang beberapa menit lalu, mengepung langit. Sudah menghilang entah ke mana, dan meninggalkan sang surya yang saat ini tengah bersiap-siap meninggalkan peradabannya. "Sumpah kalian para bocah ganggu banget dah. Kesel Abang, kesel." Terdengar suara seorang pria dewasa yang terdengar sangat jelas kalau sekarang, dia sedang merasa geram. "Yaelah Abang Ram sama bocah-bocah seperti kita, perhitungan banget sih." Arsenio menimpali dengan raut wajah jengkel, karena sedari tadi mendengar bang Ram yang menggerutu. Pun Arsenio kecil berusia delapan tahun saat ini, bergaya sok jumawa dengan kedua tangan disilangkan di d**a. Sedangkan bang Ram yang mendengar bocah ingusan seperti Arsenio menjawab,

