"Kenapa malah ke sina sih." Arsenio mendegus dengan kedua tangan terlipat di d**a, pun posisi kepala sedikit ke samping, dan matanya sedari tadi tidak lepas melirik sinis ke arah Tuan Buana yang sekarang sedang berjalan bergandengan dengan istirnya. 'dasar pak tua licik,' imbuhnya dalam hati dengan sinis. "Iya— kenapa coba kita harus ke sina? Aku kan udah enggak sabar mau main airnya." Suara protesan Aileen pun mulai ikut terdengar. Bocah perempuan sebelas tahun itu berbicara dengan tangan kanan mencari-cari keberadaan lengan Arsenio, untuk melingkarkan tangannya. Namun, sedari tadi dia tidak bisa meraihnya. Aileen yang sedari tadi tatapan nya fokus melihat ke arah restoran yang cukup ramai, mulai beralih melihat ke arah Arsenio. "Kakak!" Aileen menjerit sebel, pun kedua kakinya dihe

