"Ayu, sudah tidak sedih lagi kan?" Arsenio kecil bertanya, dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah depan, karena sekarang. Bocah delapan tahun itu, tengah mengayuh sepedanya. Hingga dia tidak memperdulikan peluh yang saat ini sudah memenuhi keningnya. Bagaimana tidak keringatan? Sekarang bocah laki-laki itu sedang mengayuh sepeda di siang hari yang di mana, terasa sangat-sangat terik. Terlebih lagi, sekarmag di depannya ada Aileen yang duduk dengan posisi menyamping. Iya, Aileen saat ini sedang dibonceng oleh Arsenio. Seperti yang bocah laki-laki itu katakan tadi, kalau dia akan membawa Aileen untuk bermain-main di taman yang sudah di sediakan di kompleks perumahan itu. "Dek— Adek denger enggak tadi kakak ngomong apa?" Arsenio kembali berbicara, membuat Aileen yang sedang te

