Tidak terasa siang yang tadinya terik serta sore yang dipenuhi oleh biasan cahaya berwarna jingga telah tergantikan dengan pekatnya kegelapan malam, membuat seluruh lampu rumah serta jalanan kompleks dinyalakan untuk mengusir gelapnya malam. Di langit bulan tidak terlihat menunjukkan dirinya, karena sekarang di atas sana tengah dikerumuni oleh pekatnya awan mendung yang siap menurunkan tetesan-tetesan air hujan. Disalah satu rumah yang ada di kompleks tersebut, tepatnya di kediaman rumah keluarga Atmadja. Sekarang rumah itu terlihat sepi, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Mungkin karena Friska— sang nyonya rumah tidak ada dan itu memberikan pengaruh besar dengan keadaan bangunan itu. Memang rumah itu terlihat bercahaya, tapi percayalah. Tidak ada satupun jerit tawa yang terdengar

