Memupus Rasa Ini

1094 Kata

Aku ingin menghindari pertanyaan ini dengan kembali memasukkan pentol-pentol bakso ini ke dalam mulut, mengunyahnya dengan tenang seolah Arip nggak berada di depanku. “Kamu nggak bisa cerita ya, Ra?” ucap Arip yang sepertinya telah mengenalku dengan baik. Aku mengangguk. Sedangkan Arip menghela napas dalam. “Ya, udah, dihabisin dulu, nanti rantangnya bisa diletakkan di dapur umum kita,” ucap Arip sambil beranjak pergi. “Ya, makasih ya, Rip,” ucapku tanpa menoleh ke arahnya. Waktu berlalu. Acara demi acara berlangsung dengan lancar hingga hari ini saatnya kembali pulang ke rumah. Dua bus besar datang menjemput rombongan peserta camping ceria acara rihlah masjid ini. Beberapa saat kemudian, wajah-wajah kucel turun dari bus yang berhenti di masjid Al Immaddudin. Aku dan Arip menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN