Dua Puluh Dua

2057 Kata

Hampir satu jam acara formal itu berlangsung, dan suasana sangatlah hening. Saat acara santai berlangsung, dan beberapa pengusaha terkenal saling mengobrol, Garin kembali menarik tangan Felisia kemanapun dirinya pergi. Setelah saling sapa sebentar, Garin menuju pintu menuju ruangan terbuka. Semilir angin sore seketika menyambut mereka. Di sana tidak terlalu ramai, tapi terlihat beberapa orang sedang duduk ataupun mengobrol sambil merokok. Garin melepaskan pegangannya pada Felisia, kini ia mengendurkan dasinya. Felisia menyaksikan itu, dan entah mengapa, Felisia terkesima. Garin sungguh luar biasa keren saat melakukan hal itu.  "Bosen?" Garin bersuara. Menyadarkan Felisia akan keterkesimaannya pada Garin. "Pentas dramanya atau acara barusan?" Felisia segera menyaut. Kini pandangannya ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN